Pertamina Dituding Tahan Harga BBM Saat Minyak Dunia Ambruk

Kamis, 21 Januari 2016 - 20:39 WIB
Pertamina Dituding Tahan...
Pertamina Dituding Tahan Harga BBM Saat Minyak Dunia Ambruk
A A A
JAKARTA - Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan PT Pertamina sengaja menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah ambruknya minyak mentah dunia hingga menyentuh level di bawah USD27 per barel. Dia menilai sudah seharusnya harga BBM bisa kembali diturunkan agar dapat dinikmati semua masyarakat.

(Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Jeblok di Bawah USD27/Barel)

“Penjualan (BBM) tahun lalu saja Pertamina bisa untung besar. Tapi apa yang dilakukan? Jangan-jangan keuntungan itu hanya untuk dibagi-bagi kepada direksi dan pemegang saham,” tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Dia juga menambahkan masalah utama Pertamina adalah tidak transparan ketika mendapat untung besar. Akan tetapi ketika ada kerugian, mereka langsung menginformasikan ke publik. Meski bukan perusahaan terbuka sehingga tidak ada kewajiban untuk melaporkan ke publik. Akan tetapi, menurutnya karena Pertamina menjual produk untuk kebutuhan publik tentu harus dituntut transparan.

“Jangan sampai untung Pertamina hanya untuk pihak tertentu saja. Dan jangan sampai mereka malah terbuka pas rugi atau untung kecil tapi ketika untung besar malah diam-diam saja,” sambungnya.

(Baca Juga: Minyak Dunia Anjlok, Solar Pertamina Dinilai Masih Terlalu Mahal)

Mestinya lanjut Dia, dengan keuntungan yang besar itu manfaat besar juga harus dinikmati oleh masyarakat. Caranya, Pertamina bisa memperbaiki kapasitas pelayanannya, dan dapat meningkatkan cadangan dana untuk membangun kilang baru atau energi terbarukan yang semua itu untuk keuntungan masyarakat. “Seharusnya ada upaya konkrit menciptakan kedaulatan energi di Indonesia,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Saatnya Disparitas...
Pengamat: Saatnya Disparitas Harga Solar Subsidi dan Non-subsidi Dipersempit
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkap di Semua SPBU Per 1 Mei 2023
Saatnya Pemerintah Melihat...
Saatnya Pemerintah Melihat Multiplayer Effect ketika Harga Solar Diturunkan
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Jadi Rp10.000 per Liter
Kebocoran Subsidi Tidak...
Kebocoran Subsidi Tidak Tertangani, Menaikkan Harga BBM Menjadi Solusi?
Beli BBM Pertalite dan...
Beli BBM Pertalite dan Solar Mau Diatur, Ini Kata Pertamina
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
25 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved