Wall Street Ditutup Menguat Terbantu Kenaikan Harga Minyak

Jum'at, 22 Januari 2016 - 07:41 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Menguat Terbantu Kenaikan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin ditutup menguat moderat, karena harga minyak mencatat kenaikan tertinggi sepanjang tahun ini dan Presiden ECB Mario Draghi akan meninjau kembali mengangkat harapan stimulus untuk Eropa.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/1/2016), Indeka Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,74% menjadi 15.882,68 poin dan Indkes S&P 500 naik 0,52% menjadi 1.868,99. Sebelumnya pada hari itu, Indeks S&P 500 naik 1,64%.

Tujuh dari 10 sektor Indeks S&P 500 naik, dengan sektor energi naik paling tajam hingga 2,88%. Sementara, Nasdaq Composite naik tipis 0,01% menjadi 4.472,06.

Saham global dan AS dibantukan, karena Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga utamanya dan akan kembali meninjau atas kebijakan moneter pada Maret. Banyak analis tidak mengharapkan penurunan suku bunga sebelum Juni.

Hal tersebut juga untuk meningkatkan harga saham, setelB harha minyak melonjak dari level terendah dalam 12 tahun pascastok minyak mentah AS tidak naik.

Pada sesi sebelumnya, penurunan tanpa henti pada harga minyak dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global China membuat Indeks S&P 500 ke level terendah sejak 2014. Indeks tetap di posisi terendah yang tidak terlihat sejak September tahun lalu.

Kurangnya tindakan teknis optimis membuat beberapa investor ragu bahwa keuntungan kemarin akan terus terjadi dan tetap berhati-hati karena pasar bisa jatuh lebih lanjut.

"Ini situasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ketika Anda bisa membeli dip dan sangat percaya diri," kata Bruce Bittles, kepala strategi investasi di Robert W. Baird & Co di Nashville.

Saham Home Depot (HD.N) memberi dorongan terbesar untuk Dow Jones, naik 3,23% setelah JP Morgan mengatakan bisa membantu perbaikan perusahaan.

Saham Kinder Morgan (KMI.N) melonjak 15,6% setelah perusahaan pipa ini menguraikan rencana untuk memotong utang dan belanja, meningkatkan kemungkinan dividen yang lebih tinggi.

sementara saham Union Pacific (UNP.N) turun 3,55% setelah operator kereta api ini mengatakan bahwa kondisi bisnis yang lemah akan bertahan pada 2016.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
6 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
6 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
6 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
6 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
7 jam yang lalu
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
7 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved