Harga Minyak Merosot, Momen Tepat Lenyapkan Premium
Jum'at, 22 Januari 2016 - 14:13 WIB
Harga Minyak Merosot, Momen Tepat Lenyapkan Premium
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai, merosotnya harga minyak dunia di indeks pasar global menjadi momentum tepat untuk melenyapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Menurutnya, hari ini harga minyak dunia ‎untuk west texas intermediate (WTI) berada di kisaran USD29,87 per barel dan minyak mentah brent sebesar USD29,25 per barel. Posisi ini paling rendah sejak 12 tahun terakhir.
"Tapi kita tidak seluruhnya menikmati (penurunan harga minyak dunia), karena walaupun sudah diturunkan harga premium itu sekarang Rp7.050. Premium itu kan RON 88," katanya dalam acara PLN Outlook 2016 di Jakarta, Jumat (22/1/2016).
Padahal, kata Faisal, harga BBM berkadar RON 95 di Malaysia hanya Rp5.916 per liter. Jadi, tidak masuk akal jika premium yang kadar RON-nya lebih rendah dihargai lebih mahal dibanding RON 95 di Malaysia.
"Jadi yang paling besar untungnya Pertamina. PLN sudah ngerasain bagaimana menghadapi Pertamina. Enggak mau berubah pada dasarnya. Inilah saatnya membunuh paling baik premium untuk kita pindah ke pertamax dengan harga yang lebih murah dari premium sekarang, harusnya itu," tandas dia.
Menurutnya, hari ini harga minyak dunia ‎untuk west texas intermediate (WTI) berada di kisaran USD29,87 per barel dan minyak mentah brent sebesar USD29,25 per barel. Posisi ini paling rendah sejak 12 tahun terakhir.
"Tapi kita tidak seluruhnya menikmati (penurunan harga minyak dunia), karena walaupun sudah diturunkan harga premium itu sekarang Rp7.050. Premium itu kan RON 88," katanya dalam acara PLN Outlook 2016 di Jakarta, Jumat (22/1/2016).
Padahal, kata Faisal, harga BBM berkadar RON 95 di Malaysia hanya Rp5.916 per liter. Jadi, tidak masuk akal jika premium yang kadar RON-nya lebih rendah dihargai lebih mahal dibanding RON 95 di Malaysia.
"Jadi yang paling besar untungnya Pertamina. PLN sudah ngerasain bagaimana menghadapi Pertamina. Enggak mau berubah pada dasarnya. Inilah saatnya membunuh paling baik premium untuk kita pindah ke pertamax dengan harga yang lebih murah dari premium sekarang, harusnya itu," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :