Indonesia Masih Masuk Radar Investor Dunia

Sabtu, 23 Januari 2016 - 16:33 WIB
Indonesia Masih Masuk...
Indonesia Masih Masuk Radar Investor Dunia
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengemukakan bahwa Indonesia masih masuk dalam radar investor dunia, meski saat ini kondisi perekonomian dunia masih bergejolak. Hal ini lantaran daya tahan Indonesia menghadapi gejolak perekonomian global masih lebih kuat dibanding negara lain.

Dia mengatakan, daya tahan Tanah Air menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak menentu masih lebih baik dibanding negara lain seperti Brazil dan Argentina.

"Kalau Brazil dan Argentina, sudah jelek daya tahannya, sudah minus. Indonesia masih di zona positif. Jadi oke," katanya dalam acara PLN Outlook 2016 di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Menurutnya, sebagian besar pasar negara berkembang (emerging market) lebih banyak aliran dana yang keluar (capital outflow) dibanding yang masuk (capital inflow). Sementara di Indonesia, aliran dana yang masuk jauh lebih besar dibanding yang keluar.

Selain itu, Indonesia juga masuk sebagai 14 besar penerima investasi di dunia. Prospek Indonesia masih di dalam radar investor dunia. Di Asia, Indonesia masuk di jajaran nomor 3 penerima investasi dunia, bahkan di mata Jepang, Indonesia berada di peringkat ke-2.

"Prospek Indonesia masih di dalam radar investor dunia. Di Asia, Indonesia nomor 3. Di mata Jepang, Indonesia nomor 2. Jadi oke," imbuh dia.

Selain itu, bursa saham nasional juga tidak anjlok seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), dibanding global index negara berkembang lainnya, Indonesia masih relatif kecil penurunannya. Sementara negara berkembang lainnya terhempas hampir 30%.

"Kita turunnya masih relatif kecil. Artinya kita enggak jelek-jelek amat daya tahannya. Tinggal kita bagaimana merespons," tutur Faisal.

Kendati daya tahan Indonesia lebih baik dibanding negara berkembang lainnya, tambah dia, Indonesia tidak boleh lengah. Sebab, fundamental ekspor di Tanah Air masih melambat.

"Impornya meski turun lebih tajam tapi lebih disebabkan bukan karena kita makin hebat, tapi karena memang ada larangan-larangan yang dilakukan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ekonomi RI 2024 Ditargetkan...
Ekonomi RI 2024 Ditargetkan Tumbuh 5,7%, Butuh Investasi Rp1.650 Triliun
Investasi Kunci Bangkitnya...
Investasi Kunci Bangkitnya Ekonomi RI di 2021
Berat! RI Butuh Investasi...
Berat! RI Butuh Investasi Rp5.912 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 5,5%
Ekonomi Tumbuh, Wapres...
Ekonomi Tumbuh, Wapres Ingatkan Investasi Harus Bisa Tampung Tenaga Kerja
Investasi dan Ekspor...
Investasi dan Ekspor Kunci Ekonomi RI, Jokowi Minta Ini ke Bupati
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved