Wall Street Awal Pekan Terperosok Saham Energi

Selasa, 26 Januari 2016 - 08:49 WIB
Wall Street Awal Pekan...
Wall Street Awal Pekan Terperosok Saham Energi
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street awal pekan kemarin waktu setempat berakhir melemah setelah harga minyak mentah dunia kembali merosot untuk membuat mayoritas saham energi di bursa saham terperosok. Harga minyak dunia diterangkan turun 6% saat pasokan kembali melimpah ditopang produksi Irak yang meningkat hingga mencapai rekor bulan lalu.

Dilansir Reuters, Selasa (26/1/2016) grup energi S & P yakni SPNY turun 4,5% dan mencatat sebagai sektor terburuk. Saham Exxon (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) masing-masing melemah lebih dari 3%, sedangkan ConocoPhillips (COP.N) anjlok hingga 9,2% setelah Barclays mengatakan pihak perusahaan harus memotong pembagian dividen setidaknya 75%.

Kinerja pasar saham Amerika Serikat (AS) di awal tahun ini cukup mengecewakan, ketika performa mereka erat berkorelasi dengan harga minyak. Harga komoditas yang terus jatuh dalam satu setengah tahun terakhir memicu luas keprihatinan tentang perlambatan ekonomi global.

"Hari ini adalah semua tentang minyak. Harga minyak yang lebih baik bakal berdampak positif ke ekuitas, tapi tidak kali ini dan ini bukan kejutan," Direktur Ekuitas Wedbush Securities, Michael James di Los Angeles.

Setiap indeks utama tercatat tergelincir 1%, setelah pada dua sesi sebelumnya Wall Street sempat membaik. Sementara 10 sektor indeks S & P mayoritas mengalami tekanan cukup dalam. Indeks Dow Jones Industrial Average menyusut 208,29 poin atau 1,29% ke level 15.885,22 diikuti indeks S & P 500 yang kehilangan 29,82 poin atau 1,56% ke posisi 1.877,08.

Kejatuhan juga menimpa komposit Nasdaq yang melemah 72,69 poin atau 1,58% ke level 4.518,49. Selain sektor komoditas, pelemahan juga diyakini karena investor masih melihat arah ekonomi, ketika para pembuat kebijakan di Bank Sentral Amerika Serikat (The fed) dijadwalkan bakal menggelar pertemuan tengah pekan ini guna membahas lanjutan kenaikan suku bunga yang direncanakan secara bertahap.

Beberapa saham yang jatuh di antaranya saham Dynegy (DYN.N) dan NRG energi (NRG. N) merosot 11,5 persen dan 9.6 persen untuk masing-masing. Lalu ada saham Caterpillar (CAT.N) yang turun 5% menjadi USD57.91. Dan saham Twitter (TWTR.N) melemah 4,6% menjadi USD17.02 setelah Chief Executive Jack Dorsey mengatakan empat senior eksekutif akan meninggalkan perusahaan media sosial tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
25 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved