Pemerintah Buka Pintu Investasi Asing Masuk Hilirasi Kelapa Sawit

Minggu, 31 Januari 2016 - 17:26 WIB
Pemerintah Buka Pintu...
Pemerintah Buka Pintu Investasi Asing Masuk Hilirasi Kelapa Sawit
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang mengkaji peran investasi asing di sektor hilirisasi kelapa sawit. Minat investasi yang tinggi di sektor komoditas utama Indonesia tersebut menjadi alasan dalam meningkatkan penanam modal asing yang masuk.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, sektor hilirisasi kelapa sawit merupakan industri yang diharapkan dapat dimasuki oleh asing. “Hilirisasi penting dalam mendorong proses untuk meningkatkan value added dari komoditi kelapa sawit. Artinya dengan berkembangnya sektor hilirnya, diharapkan proses pengolahan dapat dilakukan di Tanah Air,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Minggu (31/1/2016).

Dia mengatakan bahwa selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong hilirisasi sektor kelapa sawit ini sehingga pengembangan produk turunannya dapat semakin meningkat. Salah satu hal yang diusulkan untuk dihilangkan adalah rekomendasi teknis dari kementerian terkait.

Dari data yang dirilis oleh BKPM untuk investasi asing yang masuk dari sektor industri minyak makan kelapa sawit dan minyak goreng kelapa sawit tercatat mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar USD607 juta dengan jumlah proyek 123 proyek menjadi USD307 juta dengan jumlah proyek 305 proyek.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa saat ini regulasi di sektor ini membuka asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia hingga 95%. “Ada beberapa pihak yang menginginkan ini menjadi tertutup, namun hingga kini peran asing dalam di sektor hilirisasi ini penting untuk mendorong pertumbuhan di sektor terkait,” lanjut Franky.

Dari data realisasi investasi BKPM tahun 2015, tercatat investasi di sektor pertanian termasuk perkebunan mencapai Rp39,9 triliun yang berarti terjadi peningkatan sebesar 5% dari tahun sebelumnya.

Angka ini didukung positif dengan komitmen investasi yang masuk selama tahun 2015 dari sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp70 triliun atau meningkat 159% dari tahun yang sama sebelumnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan hasil capaian realisasi investasi tahun 2015 sebesar Rp545,4 triliun meningkat 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian realisasi investasi tersebut melampui target tahun 2015 sebesar Rp519,5 triliun (105%). Komposisi realisasi investasi terdiri dari PMDN meningkat 15,0% sebesar Rp179,5 triliun, sementara PMA juga meningkat 19,2% sebesar Rp365,9 triliun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BKPM Pastikan Realisasi...
BKPM Pastikan Realisasi Investasi Tetap di Kawasan Industri
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
1 jam yang lalu
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
1 jam yang lalu
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
3 jam yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
3 jam yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
12 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
13 jam yang lalu
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved