Soal PHK Karyawan, Kemenaker Baru Terima Laporan Chevron

Rabu, 03 Februari 2016 - 23:15 WIB
Soal PHK Karyawan, Kemenaker...
Soal PHK Karyawan, Kemenaker Baru Terima Laporan Chevron
A A A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjelaskan sampai saat ini ini yang sudah melapor secara resmi soal rencana PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) hanya Chevron. Pernyataan ini menanggapi isu rencana dua perusahaan raksasa elektronik asal Jepang, yakni Panasonic dan Toshiba yang bakal melakukan perampingan karyawan di Indonesia.

“Hari ini jajaran saya akan melakukan pertemuan dengan pihak Chevron, SKK Migas, Kementerian ESDM untuk membahas masalah itu. Kalau secara prinsip tentu pemerintah berharap PHK jangan menjadi pilihan dalam situasi apapun oleh karena itu harus dicarikan solusi,” jelas Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Sedangkan terkait PHK Ford, lanjut dia yang dari segi jumlah pekerja tidak banyak, tapi dealernya yang banyak. Menurutnya dealer ini yang harus bertanggung jawab terhadap pekerjanya bukan Ford.

(Baca juga: Menaker Kejar Verifikasi Isu Rencana PHK Toshiba-Panasonic)

“Tentu ini juga akan diverifikasi dulu datanya dengan mengirim utusan untuk bicara dengan manajemen terkait rencana PHK. Intinya kita melakukan verifikasi terhadap informasi yang berkembang terkait PHK, mengkonsolidasikan data-data, dan rencana-rencana yang akan diambil.,” sambungnya.

Terkait dengan masalah keluhan dari investor yang minta bantuan insentif dari pemerintah. Dia menambahkan bahwa pemerintah tidak kurang-kurang terus memberikan insentif kepada dunia usaha, memberikan kepastian, kemudahan agar investasi bisa berjalan lancar sehingga penyerapan tenaga kerja, pergerakan ekonomi menjadi lebih baik.

(Baca juga: Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan)

Menurutnya selama ini pemerintah tidak kurang memberikan kemudahan bagi investor dalam menjalankan kelangsungan usaha di Indonesia agar memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Menyerap banyak tenaga kerja lokal dan menggunakan sebagian sumber daya lokal serta memberikan kontrbusi bagi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Namun, perlu dipahami juga tidak semua perusahaan yang mendapatkan masalah penyebabnya adalah pemerintah. Ada juga yang tutup karena kalah bersaing. Namun, secara prinsip jika terjadi masalah-masalah PHK kita tangani sebaik mungkin dengan berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Berdayakan...
Kemnaker Berdayakan Korban PHK melalui Program Padat Karya
Kabar Gembira, Korban...
Kabar Gembira, Korban PHK Akibat Pandemi Akan Dipekerjakan Kembali
1,7 Juta Orang Kena...
1,7 Juta Orang Kena PHK Imbas Covid-19, Menaker: Banyak Perusahaan Tak Lapor
Total 5,6 Juta Tenaga...
Total 5,6 Juta Tenaga Kerja Telah Di-PHK atau Dirumahkan
Ribuan Orang di Puncak...
Ribuan Orang di Puncak Bogor Terancam Kehilangan Pekerjaan
DPR Ingatkan Intervensi...
DPR Ingatkan Intervensi Asing lewat FCTC Ancam Tenaga Kerja Pertembakauan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved