Panasonic-Toshiba Terlibas Produk China, Ini Kata BKPM

Jum'at, 05 Februari 2016 - 15:16 WIB
Panasonic-Toshiba Terlibas...
Panasonic-Toshiba Terlibas Produk China, Ini Kata BKPM
A A A
BELITUNG - Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mengemukakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini memasuki era keterbukaan dan perdagangan bebas. Pemerintah tidak bisa membatasi masuknya produk luar negeri satu dan lainnya.

(Baca: Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan)

Hal tersebut menanggapi pernyataan serikat pekerja yang menyatakan bahwa penutupan pabrik Toshiba dan Panasonic terjadi, lantaran tergerus produk China yang membanjiri pasar Tanah Air. Akibatnya, produk asal Jepang tersebut menjadi kalah saing.

"Ekonomi sudah terbuka, kita enggak bisa hindari, enggak bisa membatasi. Kitanya harus siap," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Kawasan Industri Suge, Kabupaten Belitung, Jumat (5/2/2016).

Menurutnya, dalam era persaingan terpenting harus dilakukan secara fiar, baik dari sisi kualitas yang tidak boleh merugikan konsumen, ataupun kepatuhan pajak. Saat semua dilakukan secara fair, maka ‎jika ada produk yang kalah bersaing maka hal biasa. (Baca: Panasonic-Toshiba Tutup, Ini yang Akan Dilakukan BKPM).

"Artinya, fair itu secara kualitas dia tidak boleh merugikan konsumen. Kedua, secara pajak dia harus comply. Ketiga, tentu peraturan lainnya. Kalau persaingan itu sudah fair, kemudian ada produk yang dikalahkan ya bagi saya itu biasa," imbuh dia.

Franky menambahkan, peran pemerintah khususnya BKPM yaitu menarik investasi sebesar-besarnya. Apalagi, BKPM juga memiliki program mendatangkan investasi yang membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

"‎Ada yang 120 ribu (pekerja), ada 50 ribu, pertanyaannya sederhana. Satu sisi ada pengurangan tenaga kerja, satu sisi ada kebutuhan‎," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan, membanjirnya produk elektronik China menjadi salah satu penyebab perusahaan Jepang, Toshiba menutup pabrik di Indonesia.

Penjualan mereka menurun akibat perang harga, yang berujung pada penurunan produksi dan pemutusan hubungan kerja (PHK). (Baca: Banjir Elektronik China Penyebab Pabrik Toshiba Tutup)

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, persaingan bisnis ini menjadi faktor Toshiba menutup pabriknya. Seharusnya pemerintah bisa mengendalikan aliran barang yang masuk.

"Bisnis ini kan mekanisme pasar, pemerintah bisa intervensi barang atau produk China yang masuk. Di negara lain barang masuk dikendalikan, tidak begitu saja banjir produk," ujarnya, kemarin.

Baca Juga:

11 Perusahaan Berencana Lakukan PHK

Istana Santai Tanggapi Penutupan Panasonic-Toshiba
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
11 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
52 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved