Asosiasi Pengusaha Ungkap Penyebab Utama PHK

Minggu, 07 Februari 2016 - 21:35 WIB
Asosiasi Pengusaha Ungkap...
Asosiasi Pengusaha Ungkap Penyebab Utama PHK
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Christ Kanter mengatakan, masalah perburuhan di Indonesia memang menjadi persoalan yang tidak selesai ditanggulangi pemerintah. Produktifitas rendah dan tidak kompetitifnya SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Indonesia membuat kegiatan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih berlangsung di dalam negeri.

(Baca Juga: Skill SDM Kurang, Pekerja Indonesia Dinilai Rawan PHK)

Dia menambahkan terlebih lagi, Indonesia saat ini sedang kebanjiran tenaga kerja asing dengan berbagai macam skill yang jelas lebih tinggi kualitasnya dibanding pekerja lokal. "‎Ini alert (sinyal) buat kita. Karena memang masalah dengan perburuhan ini, adalah karena kita yang tidak kompetitif. Produktifitas rendah, tapi kenaikan gaji selalu bermasalah, ini isu besar," jelasnya di Jakarta, Minggu (7/2/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, tutupnya perusahaan raksasa-raksasa elektronik dari Jepang yang berdiri di Indonesia, dan Ford, bukan karena masalah produknya tidak bisa ‎kompetitif di Indonesia. Melainkan karena memang mereka harus melakukan efisiensi lantaran kondisi ekonomi global yang sedang melemah.

Pernyataan ini, sekaligus membantahkan apa yang telah dikatakan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro beberapa waktu lalu, bahwa tutupnya beberapa perusahan asing‎ yang berdiri di Indonesia adalah karena mereka tidak bisa bersaing.

"Kalau kita ikuti perusahan Jepang, itu ada kaitannya dengan produk yang dia miliki dan pasarkan. Mereka punya market di sini. Tapi memang harus dilihat konteks masing-masing perusahaan. Kondisi ekonomi kita dan dunia memang melemah. Tapi bukan berarti mereka kalah bersaing. Tidak bisa pemerintah menggampangkan bahwa mereka hanya kalah bersaing," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Upah 2023 Naik Tinggi,...
Upah 2023 Naik Tinggi, PHK Karyawan Membayangi
Apindo Ungkap Kenaikan...
Apindo Ungkap Kenaikan Upah Bakal Buka Celah PHK
Soal Rasionalisasi SDM...
Soal Rasionalisasi SDM TikTok-Tokopedia, Begini Pandangan Apindo
Apindo Curhat ke Ombudsman...
Apindo Curhat ke Ombudsman soal PHK Massal
Apindo: Sudah 6 Juta...
Apindo: Sudah 6 Juta Karyawan Kena PHK dan Dirumahkan
Pengusaha Jabar Sebut...
Pengusaha Jabar Sebut Kenaikan UMK Bisa Bikin Perusahaan Tutup
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved