Wall Street Menguat Terbatas Saat Saham Eropa Jatuh

Rabu, 10 Februari 2016 - 09:21 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Terbatas Saat Saham Eropa Jatuh
A A A
NEW YORK - Wall Street pada penutupan kemarin waktu setempat tercatat mengalami perbaikan dari posisi sebelumnya dengan penguatan yang masih terbatas, ketika saham Eropa jatuh. Ketakutan kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih mempengaruhi pergerakan para pelaku pasar, dengan perhatian khusus ke sektor perbankan.

Dilansir Reuters, Rabu (10/2/2016) indeks S & P 500 yang sempat merosot kemarin sebesar lebih dari 1%, mulai membaik hari ini dengan ditopang saham kesehatan untuk mengimbangi penurunan saham sektor energi. Saham perbankan AS masih mencoba menguat, ketika indeks keuangan S & P berakhir masih melemah tipis 0,16%.

Sedangkan indeks S & P energi (SPNY) berakhir dengan kejatuhan cukup dalam yakni sebesar 2,47% saat harga minyak mentah dunia jenis Brent kembali ke jalur negatif. Dan indeks perbankan Eropa (SX7P) ditutup lebih rendah 4% setelah menyusut 5,6% pada awal pekan kemarin seiring ketakutan memburuknya keutungan sektor keuangan dan bunga rendah.

"Mungkin ada beberapa harapan bahwa (Bank Sentral AS -The Fed) akan mengumumkan sesuatu yang akan jadi penolong buat pasar saham," ucap Kepala Investasi OakBrook Investments LLC, Peter Jankovskis di Lisle, Illinois.

Indeks ekuitas MSCI di semua negara yang melacak saham-saham pada 45 negara berakhir melemah 2,38 poin atau 0,66% di level 358.43. Indeks Dow Jones industrial average tercatat turun 12,67 poin atau 0,08% ke posisi 16.014,38 dan indeks S & P 500 ditutup melemah tipis 1,23 poin atau 0,07% di level 1.852,21.

Sementara komposit Nasdaq (IXIC) juga menyusut di sesi terakhir sebesar 14,99 poin atau 0,35% di level 4.268,76. Pelemahan juga terjadi pada FTSEurofirst 300 sebesar 1,6% ke posisi 1.219,82 sehingga menyentuh level terendah sejak Mei 2013 pada hari sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
1 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
1 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
2 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
5 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
15 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved