Hipmi: Porsi Asing Diperlebar Tak Sesuai Nawacita Jokowi

Rabu, 10 Februari 2016 - 11:57 WIB
Hipmi: Porsi Asing Diperlebar...
Hipmi: Porsi Asing Diperlebar Tak Sesuai Nawacita Jokowi
A A A
JAKARTA - BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tidak sepakat dengan langkah pemerintah untuk memperbesar porsi kepemilikan asing, dalam revisi daftar negatif investasi (DNI) yang sedang digodok. Pasalnya, kebijakan ini tidak sesuai dengan program Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua BPP Hipmi Bidang Organisasi Anggawira mengatakan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperbesar porsi kepemilikan saham asing, sangat tidak sesuai dengan konsep Nawacita yang diusung Jokowi.

"Salah satu poin yang terdapat dalam Nawacita itu kan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Namun, dengan kenyataan yang ada saat ini justru berbanding terbalik dengan Nawacita," ujar Anggawira dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Sebab itu, pihaknya mendesak BKPM untuk merevisi proposal perubahan DNI tersebut. BKPM dinilai telah gegabah dalam menetapkan kebijakan. Investasi asing, memang penting untuk menunjang kemajuan ekonomi dalam negeri, namun harus dikontrol dengan baik, tidak semuanya harus dibuka ke asing.

"Penanaman Modal Asing (PMA) memang penting karena investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Namun, tetap harus ada porsi yang sesuai, jangan semuanya dibuka untuk asing. Ini terlalu liberal," imbuhnya.

Dia mempertayakan rasa nasionalisme Kepala BKPM Franky Sibarani yang tidak sesuai Nawacita. Di saat masyarakat mengharapkan BKPM mampu mengemban tugas dengan optimal, namun justru hal yang dilakukan BKPM malah tidak sesuai harapan masyarakat.

"Dengan kebijakan BKPM yang ingin menaikkan porsi saham investor asing kami jadi mempertanyakan rasa nasionalisme Kepala BKPM. Kami menilai konsep ini sangat liberal dan tidak sesuai dengan Nawacita. Untuk itu, kami mendesak BKPM untuk mengkaji kembali kebijakan ini dan mendengar masukan dari dunia usaha dan stakeholder lain," pungkas Anggawira.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
PPKM Sudah Keluar dari...
PPKM Sudah Keluar dari Daftar Negatif buat IHSG
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Jaga Ruang Digital,...
Jaga Ruang Digital, Kominfo ingin Masyarakat Aman dan Bebas dari Konten Negatif
Cek Ricek, Daftar Potensi...
Cek Ricek, Daftar Potensi Penyakit yang Timbul karena Pikiran Negatif
Bareskrim Tangkap DPO...
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Putra Wibowo
Berita Terkini
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
13 menit yang lalu
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
33 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
47 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
1 jam yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
2 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved