Pemerintah Sadar Kereta Cepat Proyek Rugi

Jum'at, 12 Februari 2016 - 17:54 WIB
Pemerintah Sadar Kereta...
Pemerintah Sadar Kereta Cepat Proyek Rugi
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengakui bahwa proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung bukan proyek yang menguntungkan, tapi cenderung merugikan.

‎Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono mengatakan, pembangunan proyek angkutan masal di manapun bukan proyek untung. Karena itu, menjadi tanggung jawab pemerintah agar proyek tersebut dapat menutupi kerugian.

"‎Jadi, enggak ada bicara proyek untung. MRT juga rugi dulu," katanya di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (12/2/2016). (Baca: Bappenas: Kereta Cepat Bukan Proyek Dadakan)

Menurutnya, proyek kereta cepat sebagai kunci utama (key driver) pengembangan wilayah di sekitar proyek tersebut.‎ Belajar dari pengalaman China yang mengembangkan high speed railway (HSR) Beijing-Shanghai yang mendatangkan manfaat‎ aglomerasi secara signifikan.

"Pengalaman di China, tiap kota yang disinggahi itu langsung tumbuh 0,6% ampai 1% dari PDB. Estimasi manfaat aglomerasi pada kota lapis kedua dan ketiga bisa sangat besar, setara dengan 0,55% dari total GDP di Jinan per tahun 0,63% di Jilin ‎dan 1% di Dezhou," tutur dia.

Selain itu, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga bisa menurunkan biaya logistik yang diinginkan pemerintah. Target penurunan biaya logistik hingga akhir 2019 sebesar 6,8%, di mana 3 persennya berasal dari transportasi darat.

"‎Nah, ini yang perlu dicatat, pembangunannya bukan semata kereta cepat, tapi sebagai key driver. Memang rugi, di mana-mana enggak ada yang untung. Maka itu peran pemerintah mempercepat perizinan. Jangan dipikir percepat perizinan enggak untung buat swasta, itu untung luar biasa," tandasnya.

Baca:

Jonan: BUMN Tak Punya Kewenangan Izin Konsesi Kereta Cepat

Proyek Kereta Cepat Diragukan Akan Berjalan Mulus

DPR Ragukan Kemampuan Kereta Cepat China
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
7 menit yang lalu
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
28 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
42 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
1 jam yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
3 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved