Lapindo Ngebet Ngebor Sumur Lagi

Jum'at, 12 Februari 2016 - 23:05 WIB
Lapindo Ngebet Ngebor...
Lapindo Ngebet Ngebor Sumur Lagi
A A A
SURABAYA - PT Lapindo Brantas Inc (LBI) ngebet ingin melanjutkan pengeboran sumur di Lapangan Tanggulangin (TGA) 6 dan 10, Sidoarjo, Jawa Timur. Keinginan ini muncul setelah Lapindo mengantongi izin dari Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Sebab itu, Lapindo secara terang-terangan meminta kepada pihak-pihak terkait segera mengeluarkan perizinan lainnya. Saat ini, Lapindo tinggal menunggu perizinan dari pemerintah pusat dalam pengeboran sumur.

“Kami ingin kepercayaan masyarakat tumbuh kembali. Karena beberapa perizinan sudah keluar meski belum semua. Kami ingin perizinan lain segera keluar, lebih cepat lebih baik,” ujar Vice President Corporate Communication LBI, Hesti Armiwulan, Jumat (12/2/2016).

Dia menjelaskan, saat ini izin penambahan sumur baru dari pemerintah pusat belum sepenuhnya selesai, dan hanya izin dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) yang selesai.

“Mekanismenya ada tiga izin yang harus kita lalui, dan memang tidak mudah. Sementara yang sudah kita kantongi adalah izin soal lingkungan Pemkab Sidoarjo,” katanya.

Persoalan izin menjadi salah satu prioritas untuk segera diselesaikan, dan akan selesai bersamaan dengan tibanya alat pengeboran di lokasi Desa Kedungbanteng. Lapindo sedang melakukan proses pengerasan tanah di lokasi pengeboran yang baru, dengan menurunkan beberapa ahli sambil menunggu proses perizinan dari beberapa pihak.

“Yang kita utamakan dalam pengeboran saat ini adalah azas kemanfaatan dan keamanan, dan kami tidak ingin kembali terjadi kesalahan dalam proses pengeboran. Bahkan, untuk sumur ini, kami tidak melakukan pengeboran terlalu dalam hanya 2.600 kaki dengan risiko jumlah produksinya kurang maksimal karena kami lebih mengutamakan aspek sosial,” jelas Hesti.

Hingga saat ini, penambahan pengembangan dua sumur baru di lapangan Tanggulangin (TGA) 6 dan 10 masih menuai pro dan kontra. Satuan Kontrak Kerjasama Hulu (SKK) Migas menyatakan, bila proses pengeboran aman, mereka akan langsung mengeluarkan izin resmi. Namun, di satu sisi pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim masih belum menyetujui karena dampak lumpur sampai saat ini masih terasa. Pemprov sampai saat ini masih menunggu hasil penelitian tim dari ITS yang berjumlah 40 orang untuk melakukan pengkajian lebih dalam.

Vice President (VP) Produksi PT Lapindo Brantas Inc, Harsa Harjana mengatakan, sebenarnya dua sumur itu bukan merupakan pengeboran baru. Melainkan penambahan sumur dari yang sudah ada sebelumnya. Atas penambahan itu, diharapkan produksi gas dari lapangan Tanggulangin ini bisa lebih maksimal. “Kami hanya meneruskan pengeboran lama, bukan membuat baru,” katanya.

Jika selama ini produksi dari lima sumur di lapangan Tanggulangin yang dimiliki Lapindo yakni TGA 1 hingga 5 hanya sebesar 5 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas atau 5 juta standar kaki kubik per hari, dengan ditambahnya dua sumur lagi bisa mencapai 10 MMSCFD. Maka nantinya akan meningkat menjadi lebih banyak.

“Tujuannya kami untuk memaksimalkan produksi sumur yang sudah ada. Karena kebutuhan akan gas semakin bertambah, terutama untuk masyarakat Sidoarjo dan Jawa Timur umumnya,” jelas Harsa.

Penambahan dua sumur ini, tegas Harsa, akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Apalagi, saat ini masyarakat Sidoarjo membutuhkan jaringan gas rumah tangga yang sangat besar. Bahkan terakhir jaringan gas sudah merambah ke 10.500 rumah tangga dengan harga yang jauh lebih murah terutama untuk daerah yang sangat dekat dengan sumur pengeboran, yakni desa Kedung Banteng dan Kali Dawir.

Untuk itu, Lapindo ingin supaya masyarakat yakin dengan penambahan dua sumur itu aman. “Kalau tidak aman, SKK Migas tentu tidak akan mudah mengeluarkan izinnya,” tandas Harsa.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
34 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
58 menit yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
1 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
2 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved