PHRI: Pintu Asing Dibuka, Nasib Pengusaha Lokal Dikesampingkan

Minggu, 14 Februari 2016 - 08:09 WIB
PHRI: Pintu Asing Dibuka,...
PHRI: Pintu Asing Dibuka, Nasib Pengusaha Lokal Dikesampingkan
A A A
JAKARTA - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprotes Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X yang baru saja diluncurkan pemerintah. Pasalnya, paket yang fokus pada revisi daftar negatif investasi (DNI) itu dinilai tidak memperhitungkan nasib pengusaha lokal.

Direktur Eksekutif PHRI, Cyprianus Aoer mengatakan, pihaknya memahami tujuan pemerintah membuka lebar pintu asing masuk ke Tanah Air adalah untuk meningkatkan investasi di dalam negeri, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan. Namun, pemerintah seharusnya tidak mengesampingkan kepentingan internal untuk meningkatkan daya saing pengusaha dalam negeri.

"Memang tujuannya untuk meningkatkan investasi demi pariwisata. Tapi dari segi kepentingan internal kita, bagaimana meningkatkan daya saing pengusaha dalam negeri sendiri itu yang harus diperhitungkan juga," ujarnya, saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Menurut Cyprianus, diperlebarnya porsi asing dalam revisi DNI ini tidak menjamin keberadaan investor asing akan bertahan lama di Indonesia. Sebab, suat saat jika mereka sudah merogoh keuntungan besar dari investasinya di Tanah Air maka mereka akan kembali ke negaranya masing-masing.

Untuk mencegah hal tersebut, investor asing jangan dibiarkan bebas melenggang di Indonesia tanpa membina dan meningkatkan mutu pengusaha lokal, baik dari segi pendanaan maupun dari segi keahlian. "Istilahnya perlu ada transformasi knowledge. Jadi ada transformasi ilmu dan keterampilan," imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, para penanam modal asing yang masuk ke Indonesia harus diberi pengertian agar mereka bisa mendidik dan mentransfer ilmunya kepada pekerja lokal setingkat manajer. "Bukan hanya memasukkan modal tapi juga membina manusianya di tingkat keterampilan. Tingkat manajer ke atas lah," ungkapnya.

Cyprianus menambahkan, pemerintah seharusnya juga memberi kesempatan kepada investor dalam negeri untuk menunjukkan sejauh mana kemampuan pelaku usaha lokal memodali sendiri sarana dan prasarana kepariwisataan yang mereka bangun.

"Terlebih di hotel bintang 1 atau 2 dan nonbintang, kan perlu juga disubsidi karena itu baru mulai berkembang. Itu kan kalau di situ kebanyakan pemilik orang Indonesia," pungkasnya. (lly)

Baca juga:

Restoran Dibuka 100% Asing, Nasib Rumah Makan Padang Jadi Taruhan

35 Bidang Usaha Dibuka 100% untuk Asing

Ketua DPR: Paket Kebijakan Ekonomi Harus Sesuai Porsi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fraksi PKS Kritik Utang...
Fraksi PKS Kritik Utang Naik, Pajak Naik, Ekonomi Tumbuh Negatif
Kebijakan Investasi...
Kebijakan Investasi Jokowi Tingkatkan Geliat Ekonomi Masyarakat Daerah
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Soal Kebijakan Investasi...
Soal Kebijakan Investasi RI, Hary Tanoesoedibjo Puji Menko Luhut
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
7 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
21 menit yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
37 menit yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
49 menit yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
51 menit yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved