Triawan Munaf Ungkap Lingkaran Setan Bisnis Perfilman

Minggu, 14 Februari 2016 - 16:49 WIB
Triawan Munaf Ungkap...
Triawan Munaf Ungkap Lingkaran Setan Bisnis Perfilman
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan lingkaran setan dalam bisnis perfilman di Indonesia. Hal ini menanggapi keputusan pemerintah untuk membuka sepenuhnya peluang asing masuk dalam industri perfilman di Tanah Air, dalam revisi daftar negatif investasi (DNI).

Dia mengatakan, film Indonesia sejatinya telah lama terkungkung dalam lingkaran setan lantaran adanya monopoli yang dilakukan oleh satu grup industri perfilman. Apalagi grup usaha tersebut menguasai bisnis bioskop di Tanah Air.

"Ada monopoli di mana satu grup dia juga mengimpor film, mau enggak mau film luar negeri harus ke dia. Karena bioskopnya dia yang punya," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selama ini, porsi film lokal di bioskop Tanah Air hanya 20% sementara film asing justru 80%. Hal ini terjadi lantaran grup yang memonopoli bisnis perfilman tersebut lebih memilih mengimpor film dari luar negeri dan menayangkannya di Indonesia.

Akibatnya, para sineas Indonesia tidak berani memproduksi film dalam jumlah yang besar karena kuota yang tersedia di layar bioskop hanya sedikit untuk mereka. "Bikin film sehebat apapun kalau bioskopnya cuma sedikit buat mereka, cuma 100 layar saja untuk film bagus kan susah. Enggak akan berkembang. Dan, yang punyanya juga lebih concern kepada film yang dia impor," bebernya.

Sebab itu, lanjut ayah dari penyanyi Sherina Munaf ini, revisi DNI yang membuat asing bisa memiliki kesempatan besar untuk masuk ke dalam industri perfilman di Tanah Air membuat persaingan menjadi lebih sehat. Sekarang, pelaku usaha lokal maupun asing memililki kesempatan yang sama bersaing di industri perfilman Indonesia.

"Orang bisa mempunyai kesempatan, mempunyai pemodal yang berani untuk investasi jangka panjang, serius, membawa keahlian teknik yang luar biasa, dan nanti mereka bikin PT di Indonesia, dengan modal besar, bayar pajak di Indonesia, membuat film di Indonesia, diadakan di Indonesia dan juga di luar negeri," tegas Triawan.

Menurutnya, dibukanya peluang lebih lebar untuk asing masuk ke dalam industri perfilman di Indonesia juga akan membuat para pelaku usaha lokal semakin terpacu dengan kompetisi. Belajar dari pengalaman PT Pertamina (Persero), saat pengusaha migas dari luar negeri berbondong-bondong masuk ke Indonesia, BUMN migas tersebut bukan menciut namun justru semakin tertantang untuk menjadi yang terbaik. (Baca: Pemerintah Bebaskan Asing Kuasai Bioskop di Tanah Air)

"Pertamina bukannya takut tapi semakin bagus. Awalnya takut, waduh ada Shell, Total, Petronas. Tapi ternyata sekarang malah terpacu, berkompetisi," tutur Triawan.

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia lantaran kebijakan DNI tersebut. Sebab, pemerintah telah menyiasatinya dengan mempersyaratkan investor film dari luar negeri agar 60% dari film yang ditayangkan mereka adalah film Indonesia.

"Jangan khawatir soal budaya asing. Mereka bakal bikin film di Indonesia, dan akan dipoles sedemikian rupa kemudian filmnya nanti di ekspor ke dunia," pungkasnya. (lly)

(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fraksi PKS Kritik Utang...
Fraksi PKS Kritik Utang Naik, Pajak Naik, Ekonomi Tumbuh Negatif
Kebijakan Investasi...
Kebijakan Investasi Jokowi Tingkatkan Geliat Ekonomi Masyarakat Daerah
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Soal Kebijakan Investasi...
Soal Kebijakan Investasi RI, Hary Tanoesoedibjo Puji Menko Luhut
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved