Ekspor Jepang Januari Jatuh Terendah sejak 2009

Kamis, 18 Februari 2016 - 14:17 WIB
Ekspor Jepang Januari...
Ekspor Jepang Januari Jatuh Terendah sejak 2009
A A A
TOKYO - Ekspor tahunan Jepang pada Januari turun terendah sejak krisis keuangan global pada 2009. Penurunan dkarenakan permintaan di China dan pasar utama lainnya melemah dan membuat ekonomi dalam posisi genting setelah terjadi kontraksi pada kuartal keempat.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/2/2016), data Departemen Keuangan setempat menunjukkan ekspor turun 12,9% secara year on year pada Januari dibanding perkiraan pasar dengan rata-rata penurunan 11,3%. Penurunan ini dipimpin oleh ekspor produk baja dan minyak.

Hal tersebut merupakan penurunan terbesar sejak Oktober 2009, ketika terjadi krisis keuangan global. Data terakhir menambah keprihatinan bahwa pemerintah Jepang mempunyai pilihan untuk menghidupkan kembali ekonomi. Salah satunya yang dilakukan Bank of Japan tetap proaktif dalam pembuatan kebijakan, mengejutkan pasar bulan lalu dengan mengadopsi suku bunga negatif untuk memicu momentum.

"Ekspor yang terseret oleh produk baja dan minyak karena situasi pasar. Selain itu, eksportir menahan dari melakukan pengiriman menjelang liburan Tahun Baru Imlek yang berlangsung lebih awal dari tahun lalu," kata seorang pejabat kementerian Jepang.

Perlambatan di China, sebagai mitra dagang terbesar Jepang, tetap menjadi hambatan besar pada perekonomian domestik maupun global, menurunkan eksportir komoditas dan produk konsumen.

Pada Januari, ekspor Jepang ke China jatuh 17,5% dari tahun sebelumnya, turun untuk bulan keenam. Sementara analis memperkirakan pertumbuhan akan kembali moderat pada kuartal ini, ekspor lesu dan belanja konsumen yang lemah menggarisbawahi pembuat kebijakan kesulitan untuk menempatkan kembali ekonomi ke jalur positif.

Jepang tidak sendirian dalam mengalami penderitaan awal yang tidak baik untuk para eksportir. China juga mengalami hal sama yang bergantung pada Korea Selatan, Taiwan dan Singapura.

Pengiriman ke Asia, lebih dari setengah atas keseluruhan ekspor Jepang, turun 17,8% pada Januari, menandai penurunan bulan kelima secara berturut-turut.

Sementara, ekspor di luar AS menurun 5,3% pada Januari tahun ini, yang dipimpin oleh pengiriman bagian baja dan mobil, sementara pengiriman ke Uni Eropa turun 3,6%.

Impor turun 18,0% pada Januari 2016, dibanding estimasi median untuk penurunan tahunan sebesar 16,0%, neraca perdagangan pun menjadi defisit sebesar 645,9 miliar yen atau sekitar (USD5,66 miliar).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Resesi Seks Bikin Jepang...
Resesi Seks Bikin Jepang Lengser dari Peringkat Ketiga Ekonomi Terbesar Dunia
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
45 menit yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
1 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
2 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
2 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
3 jam yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved