Sistem TI Perpajakan Indonesia Tertinggal

Sabtu, 20 Februari 2016 - 12:32 WIB
Sistem TI Perpajakan...
Sistem TI Perpajakan Indonesia Tertinggal
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro sepakat dengan pernyataan Bank Dunia (World Bank) bahwa sistem teknologi dan informasi (TI) perpajakan Indonesia tertinggal dari negara berkembang lainnya.

Menurutnya, sistem TI pajak di Indonesia harus diperbaiki untuk meningkatkan tax ratio. "Kita akan memperbaiki TI perpajakan, karena menurut World Bank sistem TI kita masih ketinggalan dibanding negara lain," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (19/2/2016) malam.

Bambang mengatakan, semua pihak harus mendukung langkah tersebut untuk meningkatkan pendapatan negara. "Ini mesti didukung banyak pihak, agar pendapatan, tax ratio kita naik. Kalau pendapatan stabil, bisa membiayai proyek-proyek strategis," jelas Menkeu.

Pada berita sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempertimbangkan untuk merevisi target pajak yang telah dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp1.546,7 triliun. Saat ini, pemerintah tengah menghitung, apakah target yang dicanangkan tersebut terlalu tinggi atau sebaliknya.

Baca: Jokowi Pertimbangkan Revisi Target Pajak 2016

Dia mengatakan, jika dimungkinkan pemerintah bakal merevisi target pajak tersebut pada pengajuan APBN-Perubahan 2016. "Pajak baru kita hitung lagi, kita evaluasi lagi kalau memang nanti targetnya naik, berati nanti di APBN-P, kalau turun juga di APBN-P," ujarnya di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (6/1/2016) lalu.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pendapatan negara pada 2015 mencapai Rp1.491,5 triliun, atau 84,7% dari target yang dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp1.761,6 triliun.

Baca: Realisasi Pendapatan Negara 84,7%

Dari jumlah realisasi pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp1.235,8 triliun atau 83,0% dari target APBNP 2015 sebesar Rp1.489,3 triliun.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi pada 2015 berdampak terhadap penerimaan pajak, terutama sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan. Dalam lapran sebelumnya, total realisasi penerimaan pajak sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp1.055.61 triliun.

Baca: Pengampunan Pajak Karpet Merah bagi Pelaku Kejahatan Ekonomi
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved