BI Pede Kredit Tumbuh 14% Ditopang Penurunan GWM

Minggu, 21 Februari 2016 - 14:59 WIB
BI Pede Kredit Tumbuh...
BI Pede Kredit Tumbuh 14% Ditopang Penurunan GWM
A A A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) meyakini dengan turunnya suku bunga acuan menjadi 7% dan turunnya Giro Wajib Minimum (GWM) primer maka dapat memberikan sinyal positif untuk perekonomian Indonesia. Diyakini penurunan GWM primer akan menaikkan pertumbuhan kredit mencapai 14%.

"Dengan menurunkan BI rate pertumbuhan kredit bisa menjadi 12,5% pada tahun ini. Penurunan GWM primer ini dilakukan untuk menambah likuiditas di pasar, terutama dari kapasitas perbankan dalam memberikan kredit," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat pelatihan media di Bandung akhir pekan lalu.

Selain itu, diperkirakan likuiditas perbankan dalam rupiah juga akan bertambah sebesar Rp34,4 triliun. Sedangkan dengan adanya perputaran uang yang bisa mencapai 4,8% atau rata-rata selama 5 tahun, maka dapat berpotensi meningkatkan kapasitas pembiayaan sebesar Rp165 triliun.

"Jadi dengan tambahan Rp34,4 triliun ini, multiplier effect 4,8% (rata-rata 5 tahun), atau istilahnya mutar-mutar itu bisa memberikan kredit sampai Rp165 triliun (bagi perekonomian),” jelasnya.

Sebagai informasi BI sebelumnya menurunkan GWM primer dalam rupiah dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 6,5 persen. Keputusan ini diambil melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 17-18 Februari 2016 lalu. Penurunan GWM primer dalam rupiah merupakan bagian dari kebijakan yang diarahkan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas.

Dengan adanya kebijakan ini, diyakini pertumbuhan ekonomi tahun 2016 akan mengarah ke titik tengah dari target 5,2 – 5,6 persen secara tahunan (yoy).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved