Poundsterling Kalah Atas USD, Rupiah Berakhir Positif
Senin, 22 Februari 2016 - 16:55 WIB
Poundsterling Kalah Atas USD, Rupiah Berakhir Positif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore hari ini masih menguat meninggalkan level Rp13.500/USD. Penguatan ini di tengah melemahnya poundsterling terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.424/USD, dengan kisaran harian Rp13.419-Rp13.495/USD. Posisi tersebut menguat 81 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.505/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.438/USD. Posisi itu masih menguat 70 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.508/USD. Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.425/USD. Posisi itu jauh lebih buruk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.510/USD.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.460/USD. Posisi ini menguat dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.549/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, mata uang Poundsterling masih merosot terhadap USD, karena pernyataan Wali Kota London, Inggris Boris Johnson menambah kekhawatiran bahwa pernyataannya akan keluar dari Uni Eropa akan menjadi risiko nyata.
Pound rendah dalam tiga minggu terhadap USD di level 1,4175, larena pasar Eropa turun pada hari ini. Jika dipertahankan, maka akan menjadi penurunan terbesar sejak 11 bulan terakhir.
Selain itu, Pounsterling juga turun tajam terhadao euro atau kehilangan sekitar 1% menjadi 78,08 per euro. "Saya kira ada kekhawatiran asli bahwa Inggris mungkin memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dan ketidakpastian akan naik ke referendum," kata Alvin Tan, ahli strategi dengan bank Perancis Societe Generale di London.
Pound juga terlihat turun terhadap yen di bawah 160 untuk pertama kalinya dalam lebih dari da tahun. Euro secara luas melemah, turun hampir setengah persen terhadap USD.
Di sisi lain, USD terhadap yen menguat ke level 112,86 atau 0,2% di atas posisi pekan kemarin atau sebesar 112,30 pada posisi Jumat kemarin. Begitu juga dnegan dolar Australia dan Selandia Baru sekitar setengah persen lebih tinggi.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.424/USD, dengan kisaran harian Rp13.419-Rp13.495/USD. Posisi tersebut menguat 81 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.505/USD.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.438/USD. Posisi itu masih menguat 70 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.508/USD. Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.425/USD. Posisi itu jauh lebih buruk dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.510/USD.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.460/USD. Posisi ini menguat dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.549/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, mata uang Poundsterling masih merosot terhadap USD, karena pernyataan Wali Kota London, Inggris Boris Johnson menambah kekhawatiran bahwa pernyataannya akan keluar dari Uni Eropa akan menjadi risiko nyata.
Pound rendah dalam tiga minggu terhadap USD di level 1,4175, larena pasar Eropa turun pada hari ini. Jika dipertahankan, maka akan menjadi penurunan terbesar sejak 11 bulan terakhir.
Selain itu, Pounsterling juga turun tajam terhadao euro atau kehilangan sekitar 1% menjadi 78,08 per euro. "Saya kira ada kekhawatiran asli bahwa Inggris mungkin memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dan ketidakpastian akan naik ke referendum," kata Alvin Tan, ahli strategi dengan bank Perancis Societe Generale di London.
Pound juga terlihat turun terhadap yen di bawah 160 untuk pertama kalinya dalam lebih dari da tahun. Euro secara luas melemah, turun hampir setengah persen terhadap USD.
Di sisi lain, USD terhadap yen menguat ke level 112,86 atau 0,2% di atas posisi pekan kemarin atau sebesar 112,30 pada posisi Jumat kemarin. Begitu juga dnegan dolar Australia dan Selandia Baru sekitar setengah persen lebih tinggi.
(izz)