DPR Minta Pelonggaran Ekspor Mineral Mentah Dipertimbangkan

Selasa, 23 Februari 2016 - 21:13 WIB
DPR Minta Pelonggaran...
DPR Minta Pelonggaran Ekspor Mineral Mentah Dipertimbangkan
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta rencana melonggarkan peraturan ekspor mineral mentah tanpa harus membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) akibat rendahnya harga komoditas kembali dipertimbangkan. Pasalnya kebijakan itu terkesan hanya mengakomodasi kepentingan asing.

“Saya kira pemerintah harus mempertimbangkan kenginannya itu. Jangan sampai hanya menguntungkan perusahan asing. Jadi harus clear,” kata Ketua Komisi VII Gus Irawan di sela diskusi menyoal dana ketahanan energi, di kantor KAHMI Center Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Menurutnya, rencana pelonggaran ekspor mineral untuk masuk dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Hal itu justru bertentangan dengan prioritas revisi UU Minerba.

Dijelaskan prioritas revisi UU minerba antaralain, mempertegas program hilirisasi dengan tetap mewajibkan pembangunan smelter. Selain itu, mekanisme perpanjangan izin operasi pertambangan juga akan dipertegas. Saat ini DPR sedang mematangkan rencana revisi itu, antara lain dengan meminta pendapat akademisi dalam penyusunan naskah akademik.

Revisi UU No 4/2009 semdiri dijelaskan sudah dimasukkan ke Program Legislasi Nasional 2016. “Saat ini DPR sedang meminta masukan-masukan dari banyak pihak mulai dari akedemisi, ahli sampai asosiasi seperti yang dilakukan pemerintah,” tandasnya.

Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya mengatakan pelonggaran ekspor mineral diperlukan mengingat perusahaan tambang kesulitan keuangan akibat rendahnya harga komoditas. Kondisi itu menurutnya mengganggu pelaksanaan kewajiban pembangunan smelter.

“Relaksasi dimungkinkan apabila dalam undang-undang baru nanti membolehkan. Saat UU Minerba dimunculkan, harga komoditas mineral tambang sedang jatuh. Dampaknya, banyak sekali perusahaan tambang kesulitan keuangan sehingga banyak smelter yang tidak selesai,” ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Taipan Batubara Disebut...
Taipan Batubara Disebut Muluskan Jalan Pengesahan UU Minerba
UU Minerba Akan Digugat...
UU Minerba Akan Digugat ke MK, Berikut Poin-poin Pasal Bermasalah
Dua Pasal Revisi UU...
Dua Pasal Revisi UU Minerba Jadi Sorotan Pengusaha
UU Minerba Harus Utamakan...
UU Minerba Harus Utamakan Kepentingan Nasional, Bukan Asing
UU Minerba Akan Digugat...
UU Minerba Akan Digugat ke MK Usai Baru Disahkan DPR
15 Aturan Baru Dalam...
15 Aturan Baru Dalam UU Minerba yang Baru Disahkan
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
2 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
3 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
3 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
3 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
4 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved