Rupiah dan IHSG Siang Ini Belum Beranjak dari Zona Merah
Rabu, 24 Februari 2016 - 12:18 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Belum Beranjak dari Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang hari ini masih belum beranjak dari zona merah. Pelemahan rupiah ini di tengah memburuknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I siang ini.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini ada di level Rp13.453/USD dengan kisaran harian Rp13.434-Rp13.460/USD. Posisi tersebut masih belum membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.430/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.458/USD atau semakin memburuk dari posisi penutupan hari kemarin di level Rp13.445/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir pada posisi Rp13.442/USD dengan kisaran harian Rp13.439-Rp13.457/USD. Posisi tersebut juga masih terlihat melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.427/USD.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.446/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.397/USD
Di sisi lain, IHSG sesi I berakhir masih di zona negatif. IHSG siang ini melemah 9,21 poin atau 0,20% ke 4.644,85. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air IHSG melemah 8,48 poin atau 0,18% ke level 4.645,58. Dan pada perdagangan kemarin ditutup melemah 54,57 poin atau 1,16% ke level 4.654,05.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini variatif. Sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang melemah 2,74% disusul sektor infrastruktur yang melemah 1,18%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi adalah sektor perdagangan yang naik 0,58%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,19 triliun dengan 1,66 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp211,79 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp992,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp780,74 miliar. Tercatat 112 saham menguat, 142 melemah dan 85 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Astra International Tbk (ASII), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini ada di level Rp13.453/USD dengan kisaran harian Rp13.434-Rp13.460/USD. Posisi tersebut masih belum membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.430/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.458/USD atau semakin memburuk dari posisi penutupan hari kemarin di level Rp13.445/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir pada posisi Rp13.442/USD dengan kisaran harian Rp13.439-Rp13.457/USD. Posisi tersebut juga masih terlihat melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.427/USD.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.446/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.397/USD
Di sisi lain, IHSG sesi I berakhir masih di zona negatif. IHSG siang ini melemah 9,21 poin atau 0,20% ke 4.644,85. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air IHSG melemah 8,48 poin atau 0,18% ke level 4.645,58. Dan pada perdagangan kemarin ditutup melemah 54,57 poin atau 1,16% ke level 4.654,05.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini variatif. Sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang melemah 2,74% disusul sektor infrastruktur yang melemah 1,18%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi adalah sektor perdagangan yang naik 0,58%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,19 triliun dengan 1,66 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp211,79 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp992,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp780,74 miliar. Tercatat 112 saham menguat, 142 melemah dan 85 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Astra International Tbk (ASII), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
(izz)