Alasan Indonesia Lirik Impor Minyak dari Iran

Rabu, 24 Februari 2016 - 15:15 WIB
Alasan Indonesia Lirik...
Alasan Indonesia Lirik Impor Minyak dari Iran
A A A
JAKARTA - Cadangan minyak Iran berlimpah hingga berada di posisi keempat terbesar di dunia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai ini penting untuk Indonesia dalam mencukupi kebutuhan pasokan minyak.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, Indonesia memiliki jumlah penduduk banyak. Sehingga, diperlukan kepastian suplai minyak dalam jangka panjang. (Baca: Pemerintah Ngebet Impor Minyak dari Iran)

"Iran penting sekali untuk investasi di Indonesia. Pertama, mereka punya cadangan minyak yang luar biasa, terbesar nomor 4 di dunia. Indonesia sebagai negara yang penduduknya banyak butuh minyak banyak sekali, kita butuh security supply untuk jangka panjang," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Dia menjelaskan, kerja sama yang akan dilakukan nanti dalam bentuk pengadaan impor minyak saling menguntungkan. Iran butuh pelanggan dan Indonesia juga butuh ketersediaan suplai dalam jangka panjang.

"Ini kerja sama baik sekali, mereka punya customer jangka panjang dan kita punya suplai jangka panjang. Eskpor dia banyak 2 juta barel, ada minyak jenis light, heavy, sour, kilang kita di Cilacap dan Balongan bisa," kata Wirat.

Meski sempat ada masalah terkait transaksi keuangan karena perbankan Indonesia belum ada di Iran, Wirat menyebut sudah ada solusinya. Caranya dengan menghitung berdasarkan kedua mata uang, rupiah dan rial.

Sementara, lanjut dia, adanya kerja sama dengan Iran tidak membuat hubungan antara Indonesia dan negara lain dalam kerja sama sektor migas menjadi buruk. Semuanya bisa dilakukan secara bersamaan karena menganut sistem perdagangan bebas aktif.

"Kita harap, kita sebagai negara bebas aktif, jadi dengan Arab Saudi baik dengan Iran baik. Keduanya sama-sama sahabat, jalan dua-duanya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nasib Minyak Indonesia:...
Nasib Minyak Indonesia: Berjaya di Zaman Soeharto, Kini Jadi Net Importir
Dibelit Utang, Ghana...
Dibelit Utang, Ghana Bakal Beli Minyak Pakai Emas
Kota Penghasil Minyak...
Kota Penghasil Minyak Terbesar di Arab Saudi, Total Produksinya Fantastis
Cadangan Devisa Turun,...
Cadangan Devisa Turun, Keran Ekspor Minyak Sawit Harus Dibuka Lagi
Rusia Jadi Pemasok Utama...
Rusia Jadi Pemasok Utama Impor Minyak ke China Juli 2022
Rusia Siap Bangun Gudang...
Rusia Siap Bangun Gudang Penyimpanan BBM di Indonesia
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
14 menit yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
30 menit yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
56 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
1 jam yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
1 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved