Pengusaha Sebut UU Tapera Turunkan Daya Saing

Rabu, 24 Februari 2016 - 22:38 WIB
Pengusaha Sebut UU Tapera...
Pengusaha Sebut UU Tapera Turunkan Daya Saing
A A A
SEMARANG - Pengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) menjadi UU dengan iuran 3 %, dinilai merugikan pengusaha dan membuat daya saing menurun.

Ketua Kompartemen Industri Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng, Deddy Mulyadi Ali mengatakan, meskipun beban iuran yang dibebankan pada perusahaan hanya 0,5% dari total iruan, namun cukup membenani pengusaha.

Pasalnya kata dia, selama ini pengusaha sudah dibebani dengan berbagai iuran seperti BPJS ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.”Beban kami sudah cukup banyak, kenaikan THR setiap tahun, TDL, dan lainnya,” katanya, Rabu (24/2/2016).

Dijelaskannya, dengan adanya tambahan beban perusahaan, maka akan berdampak pada biaya pokok produksi. Dengan biaya pokok produksi yang naik tentu harga jual juga harus dinaikan. Disinilah, dikhawatirkan, produk-produk dalam negeri tidak akan mampu bersaing dengan produk luar yang harganya lebih murah.

Lanjut dia, masalah perumahan untuk rakyat seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah, bukan justru dibebankan kepada perusahaan. “Nanti kalau kebanyakan iuran menjadi daya saing kita berkurang,” tandasnya.

Senada dengan Kadin, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Semarang Agung Wahono juga menyatakan menolak UU Tapera. Dia menilai, dengan adanya UU Tapera ada duplikasi pembiayaan. Selama ini di elemen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sudah ada elemen perumahan dan tabungan karyawan, sementara di UU Tapera juga sama.

”Kalau misalnya ada UU Tapera komponen perumahan dan tabungan di UMR dihilangkan dulu,” katanya.

Kemudian sambung dia, dengan adanya uiran sebesar Rp2,5% yang dibenankan pada karyawan, apakah karyawan menyanggupi, karena karena selama ini karyawan juga sudah dipotong dengan BPJS. Disisi lain menurutnya jelas iuran tersebut akan berdampak pada biaya produksi perusahaan.

“Walaupun perusahana iurannya 0,5% tapi itukan biaya keluar, yang tentunya masuk ke ongkos produksi, jelas berpengaruh,” ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalih Tapera Dibebankan...
Dalih Tapera Dibebankan ke Pekerja Mandiri, Moeldoko: 9,9 Juta Masyarakat Belum Punya Rumah
Potongan Tapera, PDIP:...
Potongan Tapera, PDIP: Sandang, Pangan, dan Papan Itu Tanggung Jawab Negara
Respons Prabowo soal...
Respons Prabowo soal Tapera: Kita Pelajari dan Cari Solusi Terbaik
Asikk! Hari Ini Dana...
Asikk! Hari Ini Dana Taperum Pensiunan PNS Sudah Cair
Buruh Sebut Tapera Tak...
Buruh Sebut Tapera Tak Bisa Berikan Rumah: Mana Ada Rumah Rp25,2 Juta
Gaji Pekerja Swasta...
Gaji Pekerja Swasta Bakal Dipotong Simpanan Tapera per Tanggal 10, Segini Besarannya
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
42 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved