Aset Bank Panin Naik 6,1% di 2015

Kamis, 25 Februari 2016 - 18:27 WIB
Aset Bank Panin Naik...
Aset Bank Panin Naik 6,1% di 2015
A A A
JAKARTA - Bank Panin mencatatkan total aset sebesar Rp183,12 triliun sepanjang tahun 2015. Nilai tersebut berhasil meningkat 6,1% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp172.64 triliun. Kinerja keuangan selama tahun 2015 didorong oleh pertumbuhan kredit yang berhasil disalurkan meningkat 5,32% menjadi Rp126,84 triliun di tahun 2015.

Direktur Utama Bank Panin Herwidayatmo mengatakan di tahun lalu pihaknya justru mencatatkan penurunan laba bersih. Laba bersih perseroan mengalami penurunan 36,1% menjadi Rp1,3 triliun. Alasan penurunan laba bersih pada 2015 ini disebabkan karena bank menaikkan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai CKPN sebesar 158% menjadi Rp 1,37 triliun. Kenaikan CKPN ini salah satunya karena NPL bank mengalami kenaikan menjadi 2,41% dari tahun lalu 2,05%.

“Pada 2015, kami mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 16,1%, dan total aset juga naik 6,1% menjadi Rp 183,12 triliun,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Pada 2016 ini, lanjut dia Bank Panin akan meningkatkan kinerja dengan menggenjot produk dan pelayanan yang inovatif dan bernilai tambah melalui cross selling dengan perusahaan anak dan perusahaan afiliasi. Peningkatan produk ini utamanya menurutnya berasal dari produk perbankan syariah dan produk bancassurance yang dipasarkan melalui Divisi Wealth Management.

Kenaikan aset ini selain dari laba, dijelaskan juga disebabkan karena selisih penilaian kembali aset tetap atau revaluasi aset sebesar Rp 6 triliun. Dari sisi bisnis intermediasi yaitu kenaikan penyaluran kredit, pada 2015 tercatat Bank Panin masih di bawah rata-rata industri perbankan yaitu hanya 5,32% atau Rp126,8 triliun.

Kenaikan kredit ini menurut Herwid, salah satunya dikontribusikan dari kenaikan kredit korporasi. Sebagai gambaran pada 2015 lalu, porsi terbesar kredit masih didominasi oleh kredit komersial sebesar Rp 49,9 triliun kemudian disusul kredit konsumen sebesar Rp 28,9 triliun. Herwin mengatakan kedua segmen kredit ini yaitu komersial dan konsumer mewakili 68,14% dari total kredit yang diberikan.

Total Ekuitas perseroan mencapai Rp30,81 triliun dengan rasio kecukupan modal atau CAR 19,94% dan rasio likuiditas atau LDR sudah mencapai 94,22%. Total dari pendapatan bunga mencapai Rp16,88 triliun, atau meningkat 9,2%, sedangkan dari Biaya Bunga sebesar Rp 9,71 triliun. Margin bunga bersih atau NIM meningkat menjadi 4,41% dari tahun sebelumnya sebesar 3,83%.

"Perseroan berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp128,32 triliun dengan porsi Giro dan Tabungan mencapai 40% dari total Dana Pihak Ketiga. Program Tabungan dan perluasan basis nasabah berhasil meningkatkan DPK Bank secara berkesinambungan melalui re-branding dan sales management yang lebih inovatif," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengumuman! KB Bank...
Pengumuman! KB Bank Resmi Ganti Nama Perusahaan Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk
Skandal Ditjen Pajak,...
Skandal Ditjen Pajak, KPK Dalami Dugaan Suap PT Jhonlin Baratama hingga Bank Panin
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Hingga Maret 2020, Laba...
Hingga Maret 2020, Laba Bersih Bank Mega Tumbuh 38%
BRIsyariah Lakukan Inovasi...
BRIsyariah Lakukan Inovasi agar UMKM Bisa Naik Kelas
Cetak Laba Besar, BSI...
Cetak Laba Besar, BSI Bayar Zakat Lebih dari Rp122,5 Miliar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
7 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved