Menko Darmin Curhat Enam Bulan Pelajari Harga Pangan

Rabu, 02 Maret 2016 - 17:21 WIB
Menko Darmin Curhat...
Menko Darmin Curhat Enam Bulan Pelajari Harga Pangan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku mempelajari betul soal harga pangan untuk pengendalian inflasi Indonesia. Bahkan, dalam enam bulan terakhir, dia menekuni harga komoditas yang menjadi penentu inflasi.

Menurutnya, saat ini negara tidak bisa bergantung lagi dengan minyak karena harganya anjlok di level dunia. Sehingga, mau tidak mau, pemerintah mengandalkan harga pangan agar menjaga inflasi domestik tetap terjaga.

"Soal pangan, kami tekuni selama enam bulan harga komoditinya. Karena inflasi kita sebetulnya sangat ditentukan dengan perkembangan harga pangan. Produk pangan dan harga dari tarif yang diatur pemerintah. Karena kita berada pada situasi dimana minyak melambat. Maka tahun ini, kita tidak hadapi risiko tarif naik," tuturnya di Menara BTN, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Darmin mengatakan, beberapa waktu terkahir pemerintah dihadapkan pada situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya, yakni pelemahan ekonomi domestik dari pelemahan ekonomi global. Apalagi, rantai distribusi pangan yang panjang membuat harga komoditas menjadi mahal dan mengakibatkan inflasi tinggi.

"Kami berhadapan pada situasi yang tidak seperti kami bayangkan. Kita tahu produk kita distribusinya jauh dan panjang. Bagaimana pembentukan harganya? Itu membuat kita surprise. Sangat sederhana melihat suplai dan demand. Kalau suplai kurang, ya impor, semestinya selesai," jelas dia.

Persoalannya, lanjut Darmin, setelah puluhan tahun tidak terselesaikan, sehingga ketika kemarin terjadi el nino, menjadi masa menegangkan bagi pemerintah.

"Kita takutnya el nino kemarin itu, akan berdampak ke ekonomi kita seperti 1998 yang krisis moneter. Bayang-bayang itu membuat kita buru-buru buat impor," kata dia.

Namun, ternyata impor itu tidak mudah. Bukan sekadar jumlah yang diimpor, namun banyak pemain di belakangnya yang membuat pelik. "Sekarang kami tidak ada impor sama sekali. Upaya mempelajari bukan hanya jumlah tapi perilaku pemain yang sering membuat pelik impor ini," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
India Larang Ekspor...
India Larang Ekspor Bawang dan Tebu, Inflasi Pangan Ancam Dunia
Antisipasi Ketahanan...
Antisipasi Ketahanan Pangan Dalam Negeri
Inflasi Global Meningkat,...
Inflasi Global Meningkat, Harga Pangan dan Energi Bisa Bergejolak
10 Eksportir Produk...
10 Eksportir Produk Pangan Terbesar Dunia, Indonesia Kalahkan Australia
Klaim Harga Bahan Pokok...
Klaim Harga Bahan Pokok Stabil, Airlangga: Inflasi Tahunan Rendah
Berpihak Kepada Petani
Berpihak Kepada Petani
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
4 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved