Pemerintah Jadikan Turki Batu Loncatan Perdagangan ke Eropa
Jum'at, 04 Maret 2016 - 18:52 WIB
Pemerintah Jadikan Turki Batu Loncatan Perdagangan ke Eropa
A
A
A
JAKARTA - Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pemerintah akan menyasar mitra dagang baru bersama Turki.
Menurutnya, hubungan kerja sama bilateral dengan Turki bisa menjadi batu loncatan masuk ke pasar Timur Tengah dan Turki. "Kita miliki pasar baru seperti daerah Timur Tengah dan Turki jadi batu loncatan masuk ke Timur Tengah dan pasar Eropa," ujarnya di Jakarta, Jumat (4/2/2016).
Menurutnya, Indonesia akan membidik eskpor tekstil dan sebaliknya Turki akan mengimpor sektor energi dengan tetap tidak mengesampingkan pasar dalam negeri. "Kita tidak boleh lupa dengan pasar sendiri yang besar. Produknya tekstil Indonesia dan impor energi dari Turki, kita ke Turki eskpor nonmigas," kata dia.
Sementara, Afrika akan menjadi pasar alternatif kendati terkendala perbankan nasional yang belum ada di sana, sehingga belum bisa memfasilitasi perdagangan.
"Tapi ke Nigeria sudah ekspor banyak sebenarnya permintaan di sana besar kebutuhan mereka akan tekstil dan sepatu. Ke China ekspor mayoritas batu bara, ke India mayoritas CPO. Kalo Amerika ke produk manufaktur garmen alas kaki dan sepatu," pungkasnya.
Menurutnya, hubungan kerja sama bilateral dengan Turki bisa menjadi batu loncatan masuk ke pasar Timur Tengah dan Turki. "Kita miliki pasar baru seperti daerah Timur Tengah dan Turki jadi batu loncatan masuk ke Timur Tengah dan pasar Eropa," ujarnya di Jakarta, Jumat (4/2/2016).
Menurutnya, Indonesia akan membidik eskpor tekstil dan sebaliknya Turki akan mengimpor sektor energi dengan tetap tidak mengesampingkan pasar dalam negeri. "Kita tidak boleh lupa dengan pasar sendiri yang besar. Produknya tekstil Indonesia dan impor energi dari Turki, kita ke Turki eskpor nonmigas," kata dia.
Sementara, Afrika akan menjadi pasar alternatif kendati terkendala perbankan nasional yang belum ada di sana, sehingga belum bisa memfasilitasi perdagangan.
"Tapi ke Nigeria sudah ekspor banyak sebenarnya permintaan di sana besar kebutuhan mereka akan tekstil dan sepatu. Ke China ekspor mayoritas batu bara, ke India mayoritas CPO. Kalo Amerika ke produk manufaktur garmen alas kaki dan sepatu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :