Wujudkan Satu Juta Rumah, REI Dukung UU Tapera

Minggu, 06 Maret 2016 - 15:33 WIB
Wujudkan Satu Juta Rumah,...
Wujudkan Satu Juta Rumah, REI Dukung UU Tapera
A A A
SEMARANG - DPD REI Jateng mendukung penuh disahkannya Undang-Undang Tapera. Dengan adanya UU tersebut diharapkan masyarakat tidal kesulitan lagi untuk mendapat hunian.

Ketua DPD REI Jateng MR Prijanto mengatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selama ini kesulitan mendapatkan rumah layak karena faktor pendanaan. Dengan adanya UU Tapera para pekerja tidak akan kesulitan lagi, karena adanya tabungan perumahan sebesar 2,5% dari penghasilan mereka dan dibantu oleh perusahaan sebesar 0,5%.

"Ini bagus. Karena masyarakat selama ini kendalanya pada keuangan. Mereka (pekerja) sulit mendapatkan persetujuan KPR (kredit kepemilikan rumah), karena gaji mereka tidak mencukupi untuk membayar angsuran. Melalui UU Tapera masyarakat akan bisa menabung untuk membeli rumah," katanya, kemarin.

Selain akan membantu masyarakat mendapatkan rumah, UU Tapere juga akan mendorong pertumbuhan perumahan khusunya untuk perumahan sederhana atau perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP). "Dengan adanya program ini akan bisa membantu mewujudkan cita-cita pemerintah yang ingin membangun 1 juta rumah," imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat ini belum akan ada dampak yang dirasakan pengembang. Pasalnya sampai saat ini aturannya masih terus digodok di DPR RI bersama dengan instansi terkait agar lebih jelas. "Kejelasannya sangat kita tunggu-tunggu karena akan sangat membantu masyarakat dan juga pengembang," ucapnya.

Meski masih menjadi polemik, Prijanto berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi untuk mengatasi polemik ini, seperti banyak melibatkan pihak terkait. Misalnya pekerja, pengusaha, dan perwakilan masyarakat agar sosialisasi Tapera ini bisa berjalan baik.

Sementara, kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng merasa keberatan dengan adanya UU Tapera, pasalnya meskipun beban iuran yang dibebankan pada perusahaan hanya 0,5% dari total iruan, namun cukup membenani pengusaha.

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan, dalam kondisi ekonomi yang kurang baik ini, janganlah pengusaha dibebani dengan banyak iuran. "Saat ini kita mau bangkit dari keterpurukan 2015, tapi kalau dibebani dengan banyak iuran bagaimana kita mau bangkit," katanya.

Dengan adanya tambahan beban perusahaan, maka akan berdampak pada biaya pokok produksi. Dengan biaya pokok produksi yang naik tentu harga jual juga harus dinaikan. Di sinilah, dikhawatirkan produk-produk dalam negeri tidak akan mampu bersaing dengan produk luar yang harganya lebih murah.

"Kalau biaya produksi ada penambahan tentu harga jual kita harus naik. Kalau harga naik kita sulit bersaing," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mau Dibawa Kemana Tapera?
Mau Dibawa Kemana Tapera?
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Potongan Tapera, PDIP:...
Potongan Tapera, PDIP: Sandang, Pangan, dan Papan Itu Tanggung Jawab Negara
Dalih Tapera Dibebankan...
Dalih Tapera Dibebankan ke Pekerja Mandiri, Moeldoko: 9,9 Juta Masyarakat Belum Punya Rumah
Respons Prabowo soal...
Respons Prabowo soal Tapera: Kita Pelajari dan Cari Solusi Terbaik
Asikk! Hari Ini Dana...
Asikk! Hari Ini Dana Taperum Pensiunan PNS Sudah Cair
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
16 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
25 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
48 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved