Ekspor Industri Kayu Tergerus Penghapusan Aturan SVLK

Senin, 07 Maret 2016 - 19:57 WIB
Ekspor Industri Kayu...
Ekspor Industri Kayu Tergerus Penghapusan Aturan SVLK
A A A
JAKARTA - Ekspor produk kehutanan disebutkan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko bidang Perekonomian, Edy Putra Irawady makin tergerus setelah kebijakan penghapusan Standar Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Menurutnya pelemahan daya saing komoditas ekspor bukan hanya disebabkan menurunnya permintaan dunia, namun juga karena lemahnya penerapan kebijakan yang konsisten untuk mendorong industri dalam negeri.

"Seperti yang terjadi saat ini, daya saing ekspor industri hasil hutan terancam akibat adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 89 tahun 2015. Permendag tersebut berpotensi mengikis kepercayaan Uni Eropa pada SVLK, jika Permendag tersebut tidak segera di cabut," jelasnya di Jakarta, Senin (6/3/2016).

Seperti diketahui dalam Permendag itu telah menghapus kewajiban sertifikasi sistem verifikasi legalitas kayu atau SVLK hingga menimbulkan protes dari kalangan pengusaha yang diterangkan karena SVLK yang merupakan syarat wajib sebelum mengekspor produk kehutanan.

Dia mengingatkan bahwa pasar Eropa sangat sensitif, terutama untuk produk-produk berbasis kayu dan menurutnya sekali mencederai pasar Eropa maka akan berpengaruh pada pasar ekspor yang lain. Selanjutnya dikhawatirkan bakal berpengaruh ke industri Indonesia, terutama industri kecil dan menengah.

"Persoalan ini menjadi rumit akibat masalah klasik yang di hadapi pemerintah dengan banyaknya duplikasi perijinan di Indonesia, yang seharusnya tidak perlu dirasakan pelaku usaha," sambungnya.

Lanjut dia, masih banyak izin dan birokrasi yang membuat daya saing perdagangan kita menjadi tidak maksimal.

“Dalam blue print ASEAN, standarisasi menjadi kesepakatan. Standar kita sedang didukung, namun hanya diartikan standar spesifikasi barang. Lupa kalau jasa juga ada standar, perijinan ada standar, birokrasi juga ada standar. Kembali kepada hasil hutan, sekarang yang sedang jadi sorotan ialah SVLK, kenapa ada penolakan, karena standar itu belum terbakukan,”‎ pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor Produk Kayu Ringan...
Ekspor Produk Kayu Ringan Naik 31%, Jadi Peluang bagi BUMN
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Pengamat Kehutanan:...
Pengamat Kehutanan: Isu Negatif LSM Rugikan Ekspor Produk Kayu ke AS
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Kondisi Ekspor-Impor...
Kondisi Ekspor-Impor Anjlok, Pertumbuhan Industri Perlu Diwaspadai
Usai Harga Gas, Industri...
Usai Harga Gas, Industri Keramik Curhat Soal Kontainer Ekspor
Berita Terkini
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
9 menit yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
45 menit yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
1 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
2 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
3 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
10 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved