Wall Street Terseret Data China Mendekati Level Terendah

Rabu, 09 Maret 2016 - 09:26 WIB
Wall Street Terseret...
Wall Street Terseret Data China Mendekati Level Terendah
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir mendekati level terendah pada perdagangan kemarin, Selasa (8/3) waktu setempat terseret kejatuhan saham energi diikuti melemahnya harga minyak mentah dunia dan menurunnya data perdagangan China. Kondisi ini kembali menimbulkan ketakutan bahwa ekonomi global akan kembali melemah untuk membuat para pelaku pasar melakukan langkah antisipasi.

Dilansir Reuters, Rabu (9/3/2016) harga minyak mentah berjangka AS merosot lebih dari 4% dan menjadi penurunan paling besar sejak 11 Februari, lalu. Semenjak menyentuh level terendah, mintak mentah AS sempat membaik dan menanjak naik sebesar 45,5%. Kelebihan pasokan minyak dan melemahnya ekonomi China masih menjadi sentimen untuk investor.

Hanya minyak global dan indeks ekuitas tahun ini telah berkorelasi sangat kuat. Analis dari Goldman Sachs menerangkan harga minyak masih prematur dan diprediksi akan kembali melemah untuk membantu menyeimbangkan pasar di akhir tahun. Pada perdagangan pasar saham kemarin, beberapa saham seperti Exxon (XOM.N) dan Chevron (CVX. N) menurun lebih dari 2% dan indeks energi S & P 500 menyusut 4,1%.

Data perdagangan China sepanjang Februari mencatat kinerja jauh lebih buruk dibandingkan apa yang diprediksi ekonom, ketika ekspor mereka ke titik terendah dalam enam tahun terakhir. Ekspor sektor industri dasar melemah 2%. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 109,85 poin atau 0,64% ke posisi 16.964,1 dan indeks S & P 500 kehilangan 22,5 poin atau 1,12% ke level 1.979,26.

Sementara Indeks Nasdaq Composite merosot 59,43 poin atau 1.26% ke posisi 4.648,83. Sekitar 8,5 miliar saham tercatat berpindah tangan pada perdagangan pasar saham AS, di bawah rata-rata 8,77 miliar dibandingkan 20 sesi perdagangan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
51 menit yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
11 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
11 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
11 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
12 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
12 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved