Kembangkan Wisata Danau Toba, Investor Australia Siap Investasi Rp125 M
Minggu, 13 Maret 2016 - 14:44 WIB
Kembangkan Wisata Danau Toba, Investor Australia Siap Investasi Rp125 M
A
A
A
JAKARTA - Kantor perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Sydney, Australia kembali berhasil mengidentifikasi minat investasi dari Australia di sektor pariwisata, perkebunan dan peternakan sapi terintegrasi. Khusus sektor pariwisata, investor Australia membidik pengembangan pariwisata Danau Toba dengan mengalokasikan dana sebesar USD10 juta atau Rp125 miliar (kurs Rp12.500/USD).
Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan, pihaknya mengapresiasi positif minat investasi yang diidentifikasi oleh kantor perwakilan BKPM di Sydney tersebut. "Ini menunjukkan diversifikasi sektor investasi dari Australia, terlebih pemerintah memfokuskan pembangunan sektor pariwisata," ujarnya dalam keterangan resmi kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (13/3/2016).
Dari laporan yang disampaikan, sambung Franky, investor Australia sedang menjajaki peluang investasi di sektor pariwisata terintegrasi dengan properti, membidik lokasi wisata di pinggir pantai Provinsi Lampung dan sekitar lokasi wisata Pulau Samosir, Danau Toba, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara.
"Kawasan danau toba saat ini menjadi perhatian asal mancanegara sebagai alternatif lokasi proyek. Mereka melihat dan mencoba memanfaatkan peluang ini," lanjut dia.
Menurutnya, rencana investasi perusahaan asal Negeri Kanguru tersebut adalah membangun perumahan, villa, marina, golf dan resort yang terintegrasi. "Adapun luas lahan yang dibutuhkan di masing-masing wilayah adalah minimal 10 hektar, dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD10 Juta," ungkapnya.
Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) di Sydney Sri Moertiningroem menambahkan, terjadi beberapa tren perpindahan minat investasi dari Australia dari sebelumnya sektor-sektor yang berkaitan dengan sumber daya alam (SDA), kini mulai melirik Indonesia sebagai salah satu negara yang serius mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatifnya.
(Baca: Investor Asal Korea Lirik Industri Perkapalan RI)
"Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang usaha yang dinilai prospektif dengan melihat keseriusan pemerintah mengembangkan investasi di bidang usaha tersebut. Ini yang coba kami tuangkan dalam bentuk promosi investasi yang lebih efektif di dua bidang usaha tersebut," tandasnya.
Sekadar informasi, Danau Toba merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah selain Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang.
Sementara itu, dari data BKPM tahun 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar USD167 juta terdiri atas 443 proyek. Sedangkan dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar USD2,07 miliar. (lly)
Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan, pihaknya mengapresiasi positif minat investasi yang diidentifikasi oleh kantor perwakilan BKPM di Sydney tersebut. "Ini menunjukkan diversifikasi sektor investasi dari Australia, terlebih pemerintah memfokuskan pembangunan sektor pariwisata," ujarnya dalam keterangan resmi kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (13/3/2016).
Dari laporan yang disampaikan, sambung Franky, investor Australia sedang menjajaki peluang investasi di sektor pariwisata terintegrasi dengan properti, membidik lokasi wisata di pinggir pantai Provinsi Lampung dan sekitar lokasi wisata Pulau Samosir, Danau Toba, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara.
"Kawasan danau toba saat ini menjadi perhatian asal mancanegara sebagai alternatif lokasi proyek. Mereka melihat dan mencoba memanfaatkan peluang ini," lanjut dia.
Menurutnya, rencana investasi perusahaan asal Negeri Kanguru tersebut adalah membangun perumahan, villa, marina, golf dan resort yang terintegrasi. "Adapun luas lahan yang dibutuhkan di masing-masing wilayah adalah minimal 10 hektar, dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD10 Juta," ungkapnya.
Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) di Sydney Sri Moertiningroem menambahkan, terjadi beberapa tren perpindahan minat investasi dari Australia dari sebelumnya sektor-sektor yang berkaitan dengan sumber daya alam (SDA), kini mulai melirik Indonesia sebagai salah satu negara yang serius mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatifnya.
(Baca: Investor Asal Korea Lirik Industri Perkapalan RI)
"Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang usaha yang dinilai prospektif dengan melihat keseriusan pemerintah mengembangkan investasi di bidang usaha tersebut. Ini yang coba kami tuangkan dalam bentuk promosi investasi yang lebih efektif di dua bidang usaha tersebut," tandasnya.
Sekadar informasi, Danau Toba merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah selain Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang.
Sementara itu, dari data BKPM tahun 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar USD167 juta terdiri atas 443 proyek. Sedangkan dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar USD2,07 miliar. (lly)
(dmd)
Lihat Juga :