IHSG Diramal Lanjutkan Penguatan di Kisaran 4.830-4.915
Selasa, 15 Maret 2016 - 08:31 WIB
IHSG Diramal Lanjutkan Penguatan di Kisaran 4.830-4.915
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memproyeksikan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan mencoba melanjutkan penguatan terbatas dengan range pergerakan 4.830-4.915.
"Secara teknikal IHSG melanjutkan penguatannya setelah berhasil rebound pada support MA25 pekan lalu, meskipun demikian posisi IHSG pada saat ini telah mencapai area upper bands," katanya di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Dia menjelaskan, indikator Stochastic terkonsolidasi pada middle oscillator dengan momentum RSI yang mulai masuk pada area overbought bought.
Menurutnya, sentimen dari dalam negeri yakni neraca perdagangan dan aktivitas ekspor impor dengan ekspektasi adanya perbaikan dari aktivitas ekspor impor. Namun, terjadi defisit pada neraca perdagangan.
Dari Asia akan ramai oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) mengenai kebijakan moneter mengingat bulan lalu terjadi penetapan suku bunga di bawah nol. Terakhir terkait dengan data tingkat penjualan eceran di Amerika Serikat (AS).
IHSG kemarin bergerak menguat sejak awal sesi dan ditutup 63,75 poin atau 1,32% di level 4.877,53 dengan volume yang relatif tinggi. Optimisme pasar ini terimbas dari bursa Asia dan keputusan bank sentral yang akan rilis tengah pekan ini.
Penguatan rupiah juga menjadi faktor pendorong optimisme investor. "Meskipun investor asing hanya tercatat net buy sebesar Rp8,54 miliar. Sektor perkebunan terkena aksi profit taking setelah pekan lalu terus bergerak positif," ujar dia.
"Secara teknikal IHSG melanjutkan penguatannya setelah berhasil rebound pada support MA25 pekan lalu, meskipun demikian posisi IHSG pada saat ini telah mencapai area upper bands," katanya di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Dia menjelaskan, indikator Stochastic terkonsolidasi pada middle oscillator dengan momentum RSI yang mulai masuk pada area overbought bought.
Menurutnya, sentimen dari dalam negeri yakni neraca perdagangan dan aktivitas ekspor impor dengan ekspektasi adanya perbaikan dari aktivitas ekspor impor. Namun, terjadi defisit pada neraca perdagangan.
Dari Asia akan ramai oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) mengenai kebijakan moneter mengingat bulan lalu terjadi penetapan suku bunga di bawah nol. Terakhir terkait dengan data tingkat penjualan eceran di Amerika Serikat (AS).
IHSG kemarin bergerak menguat sejak awal sesi dan ditutup 63,75 poin atau 1,32% di level 4.877,53 dengan volume yang relatif tinggi. Optimisme pasar ini terimbas dari bursa Asia dan keputusan bank sentral yang akan rilis tengah pekan ini.
Penguatan rupiah juga menjadi faktor pendorong optimisme investor. "Meskipun investor asing hanya tercatat net buy sebesar Rp8,54 miliar. Sektor perkebunan terkena aksi profit taking setelah pekan lalu terus bergerak positif," ujar dia.
(izz)
Lihat Juga :