IHSG Diperkirakan Variatif Cenderung Tertekan
Jum'at, 18 Maret 2016 - 08:22 WIB
IHSG Diperkirakan Variatif Cenderung Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini masih akan bergerak variatif cenderung tertekan.
"Pergerakan IHSG masih akan berpeluang cenderung mixed (variatif), tertahan penguatannya di akhir pekan dengan range pergerakan 4.815-4.920," kata dia di Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Menurutnya, pada perdagangan kemarin secara teknikal pola yang terbentuk oleh IHSG justru cenderung berpeluang terkoreksi, di mana candlestick patternnya membentuk spinning top pada area upper bollinger bands.
"Indikator stochastic pun terlihat melambat pergerakan positifnya dengan momentum RSI yang terus konsolidasi pada osilator yang cukup tinggi," ujarnya.
Optimisme investor terhadap pemangkasan kembali suku bunga meski diumumkannya tertunda dan nilai tukar rupiah yang menguat 1.4% mampu meningkatkan jumlah transaksi pada perdagangn hari ini.
Rencana realisasi anggaran pemerintah untuk menaikkan investasi pada sektor manufaktur terutama pada industri hilirisasi sumber daya mineral hingga 83% tahun ini. "Dan kebijakan pelonggaran minerba seakan mampu kembali mendorong minat investor pada sektor pertambangan," pungkasnya.
"Pergerakan IHSG masih akan berpeluang cenderung mixed (variatif), tertahan penguatannya di akhir pekan dengan range pergerakan 4.815-4.920," kata dia di Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Menurutnya, pada perdagangan kemarin secara teknikal pola yang terbentuk oleh IHSG justru cenderung berpeluang terkoreksi, di mana candlestick patternnya membentuk spinning top pada area upper bollinger bands.
"Indikator stochastic pun terlihat melambat pergerakan positifnya dengan momentum RSI yang terus konsolidasi pada osilator yang cukup tinggi," ujarnya.
Optimisme investor terhadap pemangkasan kembali suku bunga meski diumumkannya tertunda dan nilai tukar rupiah yang menguat 1.4% mampu meningkatkan jumlah transaksi pada perdagangn hari ini.
Rencana realisasi anggaran pemerintah untuk menaikkan investasi pada sektor manufaktur terutama pada industri hilirisasi sumber daya mineral hingga 83% tahun ini. "Dan kebijakan pelonggaran minerba seakan mampu kembali mendorong minat investor pada sektor pertambangan," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :