Pemerintah Beri Sinyal Harga BBM Premium Turun April
Jum'at, 18 Maret 2016 - 13:37 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Harga BBM Premium Turun April
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menjadi kewenangan pemerintah, yaitu premium dan solar subsidi. Penyesuaian tersebut diperkirakan akan dilakukan pada 1 April 2016.
Menteri ESDM Sudirman Said menuturkan, penyesuaian harga BBM tersebut dilakukan dengan menghitung parameter dari harga minyak dunia dan kurs nilai tukar rupiah selama tiga bulan sebelumnya. Melihat kondisi di pasar dunia, kedua parameter tersebut terus menunjukkan tren penurunan sehingga harga premium dan solar diperkirakan akan kembali turun.
"Kalau dilihat dari seluruh aspek memang akan mengalami penurunan," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
(Baca Juga: Harga Pertamax dan Pertalite Turun Lagi Hari Ini)
Sayangnya, mantan Bos PT Pindad (Persero) ini masih enggan menyebutkan besaran penurunan harga BBM tersebut. Sebab, sejauh ini pemerintah masih melakukan kajian atas dua parameter tersebut untuk menentukan besaran penurunan harga BBM.
"Penurunannya berapa sedang kami bahas, sedang kami kaji dengan perhitungan 3 bulang. Tapi dipastikan 1 April akan ada harga baru," pungkasnya.
Sementara itu nilai kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejauh ini masih berada di kisaran level Rp13.000/USD dan masih berada dalam tren penguatan. Harga minyak dunia sendiri tercatat pagi tadi semakin membaik ketika minyak jeni West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,74 atau 4,5% menjadi USD40,20 per barel.
Dan harga minyak brent untuk pengiriman bulan depan naik USD1,21 menjadi USD41,54 per barel setelah sebelumnya mencapai puncak tinggi tahun ini di posisi USD41,60 per barel.
Menteri ESDM Sudirman Said menuturkan, penyesuaian harga BBM tersebut dilakukan dengan menghitung parameter dari harga minyak dunia dan kurs nilai tukar rupiah selama tiga bulan sebelumnya. Melihat kondisi di pasar dunia, kedua parameter tersebut terus menunjukkan tren penurunan sehingga harga premium dan solar diperkirakan akan kembali turun.
"Kalau dilihat dari seluruh aspek memang akan mengalami penurunan," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
(Baca Juga: Harga Pertamax dan Pertalite Turun Lagi Hari Ini)
Sayangnya, mantan Bos PT Pindad (Persero) ini masih enggan menyebutkan besaran penurunan harga BBM tersebut. Sebab, sejauh ini pemerintah masih melakukan kajian atas dua parameter tersebut untuk menentukan besaran penurunan harga BBM.
"Penurunannya berapa sedang kami bahas, sedang kami kaji dengan perhitungan 3 bulang. Tapi dipastikan 1 April akan ada harga baru," pungkasnya.
Sementara itu nilai kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejauh ini masih berada di kisaran level Rp13.000/USD dan masih berada dalam tren penguatan. Harga minyak dunia sendiri tercatat pagi tadi semakin membaik ketika minyak jeni West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,74 atau 4,5% menjadi USD40,20 per barel.
Dan harga minyak brent untuk pengiriman bulan depan naik USD1,21 menjadi USD41,54 per barel setelah sebelumnya mencapai puncak tinggi tahun ini di posisi USD41,60 per barel.
(akr)
Lihat Juga :