Industri Ekspres Pos dan Logistik Masih Potensial

Selasa, 22 Maret 2016 - 01:26 WIB
Industri Ekspres Pos...
Industri Ekspres Pos dan Logistik Masih Potensial
A A A
JAKARTA - Peluang industri pos dan logistik di dalam negeri masih cukup besar dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang. Data pertumbuhan logistik nasional pada 2015 mencatat hanya 14% logistik ekspres pos, sehingga masih banyak hal yang harus digarap.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik, Muhammad Kadrial mengatakan, dari pertumbuhan logistik nasional, presentase 10% di antaranya dinikmati jasa pengiriman ekspres pos dan logistik. "Kalau hitungan size pasar sebenarnya belum ada data pasti pada sektor ekspres pos dan ligistik ini. Tapi, sekitar 10% dari pertumbuhan logistik nasional saya kira sangat menguntungkan," ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/3/2016).

Meski demikian, lanjut dia, kelancaran sektor usaha logistik ekspres pos masih terus berpacu dengan ketersediaan infrastruktur yang ada. Sebab, sektor ini sangat mengandalkan jasa kurir yang memanfaatkan ketersediaan infrastruktur transportasi.

"Kita masih berpacu dengan ketersediaan prasarana transportasi yang ada. Terutama infrastruktur jalan, kemudian ketersediaan infrastruktur bandara sedangkan sisanya ada pada pengiriman sektor laut sebagian kecil," katanya.

Selain ketersediaan infrastruktur, memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kalangan usaha di sektor ini cukup menyambut baik. Artinya, efisiensi dan kemudahan layanan lebih diutamakan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi internet yang sudah merambah masyarakat Indonesia.

"Tantangan ke depan dengan era MEA saat ini kita butuh layanan yang efisien dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Sebab, asing sudah sangat siap mengincar pasar kita, sedangkan di dalam negeri pasar kita masih cukup besar untuk dikembangkan. Karenanya, keterpaduan teknologi akan dimanfaatkan," terang Kadrial.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohammad Feriadi mengatakan, market yang besar pada sektor jasa kurir ekspres dan logistik untuk JNE mencapai 12 juta kiriman pada 2015. Jumlah pengiriman tersebut bisa lebih besar jika didukung dengan infrastruktur transportasi dan SDM yang mampu menerapkan teknologi efisien.

"Tentu ini akan lebih besar jika di-backup pemerintah. Misalnya ketersediaan infrastruktur transportasi maupun birokrasi yang memudahkan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Menjanjikan,...
Prospek Menjanjikan, Jadi Pengusaha Logistik Tak Perlu Modal Besar
Teknologi Mentransformasi...
Teknologi Mentransformasi Ekspektasi Industri Logistik dengan Cepat
Pakar Sebut Logistik...
Pakar Sebut Logistik Indonesia Butuh Sistem Regulasi Jelas dan Terintegrasi
Pengusaha Logistik Pede...
Pengusaha Logistik Pede Bisnisnya Tembus Rp4.500 Triliun di 2024
Anak Usaha Trans Power...
Anak Usaha Trans Power Marine Kantongi Fasilitas Kredit Rp1 Triliun
Badui Logistics Fokus...
Badui Logistics Fokus Garap Total Logistik Service
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved