IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Tertekan
Selasa, 22 Maret 2016 - 08:04 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini masih akan bergerak mixed (variatif) cenderung tertekan.
"IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung kembali tertekan dengan range pergerakan 4.815-4.910," kata Lanjar di Jakarta, Selasa (22/3/2016).
Menurutnya, dilihat dari teknikal IHSG kembali bergerak konsolidasi setelah pekan lalu membentuk pola 2 star in the north candlestick pattern.
Pada hari ini terlihat bertahan pada support MA7, namun signal negatif terus menekan indikator Stochastic pasca dead-cross pekan lalu pada area overbought. "Posisi fluktuasi IHSG pun masih berada pada area upper bands, sehingga peluang terkoreksi masih terlihat besar," ujar dia.
Pada perdagangan kemarin, IHSG tertekan dengan hanya mampu ditutup melemah tipis 0,54 poin atau 0,01% di level 4.885,16 di saat volume cukup besar dan aksi beli investor asing terus meningkat. Di mana investor asing tercatat net buy Rp368,4 miliar.
Pasalnya, aksi ambil untung dan antisipasi investor lokal terhadap sentimen global menjadi penahan indeks pada saat minimnya sentimen dalam negeri.
"IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung kembali tertekan dengan range pergerakan 4.815-4.910," kata Lanjar di Jakarta, Selasa (22/3/2016).
Menurutnya, dilihat dari teknikal IHSG kembali bergerak konsolidasi setelah pekan lalu membentuk pola 2 star in the north candlestick pattern.
Pada hari ini terlihat bertahan pada support MA7, namun signal negatif terus menekan indikator Stochastic pasca dead-cross pekan lalu pada area overbought. "Posisi fluktuasi IHSG pun masih berada pada area upper bands, sehingga peluang terkoreksi masih terlihat besar," ujar dia.
Pada perdagangan kemarin, IHSG tertekan dengan hanya mampu ditutup melemah tipis 0,54 poin atau 0,01% di level 4.885,16 di saat volume cukup besar dan aksi beli investor asing terus meningkat. Di mana investor asing tercatat net buy Rp368,4 miliar.
Pasalnya, aksi ambil untung dan antisipasi investor lokal terhadap sentimen global menjadi penahan indeks pada saat minimnya sentimen dalam negeri.
(izz)
Lihat Juga :