JK: Anggaran Besar Tak Jamin Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 22 Maret 2016 - 15:01 WIB
JK: Anggaran Besar Tak...
JK: Anggaran Besar Tak Jamin Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) mengemukakan bahwa besarnya anggaran yang ada tidak menentukan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara akan turut terdongkrak. Sebab, pertumbuhan ekonomi ditentukan dari sisi kemajuan investasi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebuah negara ditentukan oleh investasi yang dilakukan pemerintah, swasta maupun masyarakat. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditentukan oleh tingkat konsumsi sebuah negara.

"Kalau kita bicara pertumbuhan bukan hanya anggaran, tapi bagaimana kita menggunakan anggaran itu. Karena, kalau dari sisi kemajuan itu ditentukan oleh investasi pemerintah, investasi swasta, investasi masyarakat. Atau kalau kita balik, mengenai konsumsinya," katanya di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Dia mencontohkan, anggaran Indonesia selalu naik dua kali lipat setiap lima tahun sekali. Misalnya, pada 2005 anggaran pendapatan negara sebesar Rp495 triliun, kemudian pada 2010 naik dua kali lipat menjadi Rp1.000 triliun, dan pada 2015 naik lagi menjadi Rp1.800 triliun.

"Hampir dua kali lipat dari lima tahun lalu. Belanjanya juga begitu, belanjanya pada 2005 itu Rp500 triliun, kemudian 2010 sekitar Rp1.100 triliun, dan 2015 Rp2.000 triliun. Dua kali lipat," imbuh JK.

Namun, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mengikuti kenaikan anggaran dan belanja di Tanah Air. Misalnya, pada 2005 pertumbuhan Indonesia mencapai 5%, pada 2010 naik menjadi 6,1%, dan 2015 justru turun menjadi 4,9%.

"Artinya, besar anggaran itu tidak langsung sama linearnya dengan pertumbuhannya. Karena unsur pertumbuhan itu ditentukan oleh investasi pemerintah, swasta, dan masyarakat‎," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kelembagaan dan Kebijakan...
Kelembagaan dan Kebijakan Ekonomi
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Simalakama Efisiensi...
Simalakama Efisiensi Anggaran Kementerian, Awas Menggerus Ekonomi Nasional
Di Hadapan Dunia, RI...
Di Hadapan Dunia, RI Tekankan Pentingnya Ekonomi Kelautan Pasca-Covid-19
Tok! DPR Setujui Tambahan...
Tok! DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Rp850 Miliar
Komisi IV DPR RI Minta...
Komisi IV DPR RI Minta Anggaran Kementerian Pertanian Ditambah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved