Tak Hanya RI, Jerman Mulai Kembangkan Energi Terbarukan

Kamis, 31 Maret 2016 - 00:23 WIB
Tak Hanya RI, Jerman...
Tak Hanya RI, Jerman Mulai Kembangkan Energi Terbarukan
A A A
LAHENDONG - General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Minahasa Salvius Patangketu menuturkan, negara maju seperti Jerman mulai memanfaatkan energi terbarukan. Sebelumnya, negara maju tersebut mengandalkan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Namun, semua berubah ketika terjadi bencana di negara tersebut. Akhirnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tersebut ditutup.

"Ya, dalam satu kesempatan saya sempat ngobrol dengan orang Jerman. Di sana ada pembangkit nuklir terbaik di Jerman, tapi pas ada bencana, PLTN mereka ditutup. Karena pemerintah mengatakan, limbah nuklir sewaktu-waktu, entah puluhan tahun ke depan, akan berdampak ke anak cucu," katanya di Lahendong Sulawesi Utara, Rabu, (30/3/2016).

Maka, kata dia, mereka mengganti ke energi baru terbarukan, yang kebanyakan menggunakan angin, uap untuk keselamatan lingkungannya di kemudian hari. "Kalau kita punya energi panas bumi. Namun sayangnya, kebijakan ini menahan kita, kendalanya ini masih klasik, masalah harga. Kita mau dibandingkan harga dengan pembangkit lain, misalnya batu bara," terangnya.

Memang, lanjut Salvius, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk eksplorasi panas bumi lebih mahal, beda dengan batu bara. Tapi terhadap lingkungannya lebih bersahabat energi panas bumi. "Batu bara limbahnya hasilkan gas dan debu. Geothermal enggak ada," kata dia.

Jadi, pihaknya mengimbau pemerintah untuk menggalakkan di dalam negeri, karenya proyeknya sudah tersebar di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. "Sekarang ada beberapa proyek yang tersebar di Sumatera. Ini akan bisa dilakukan besar-besaran kalau masalah keekonomiannya masuk. Kalau dengan minyak atau gas, kita masih kompetitif. Tapi jangan dibanding dengan batu bara dan air," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Indonesia Berpotensi...
Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Bisnis PGE Tetap Solid,...
Bisnis PGE Tetap Solid, Bukti Panas Bumi Punya Prospek Menjanjikan di Indonesia
Pertamina Geothermal...
Pertamina Geothermal Dorong Panas Bumi Jadi Katalis Dekarbonisasi
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
6 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
51 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Infografis
Manfaat Belimbing Sayur,...
Manfaat Belimbing Sayur, Tak hanya untuk kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved