Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Saat Lebaran
Kamis, 31 Maret 2016 - 18:26 WIB
Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Saat Lebaran
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memastikan penurunan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar pada 1 April 2016 akan bertahan sampai akhir tahun. Penetapan harga di kisaran itu mempertimbangkan potensi evaluasi kenaikan harga BBM bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)
"Kalkulasi kita harga BBM tidak naik sampai September bahkan hingga akhir tahun. Meskipun 1 Juni kita akan ada harga BBM baru, keputusan tetap dikeluarkan akan sama harganya," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di sela menghadiri Rapat Koordinasi Kehumasan Lintas Kementerian, di Hotel Santika, Surabaya, Kamis (31/3/2016).
Menurutnya, jaminan tidak ada kenaikan harga BBM Lebaran hingga akhir tahun mendatang karena Pertamina masih mendapat surplus dari penurunan harga BBM. Profit dari penjualan BBM yang diperoleh Pertamina akan digunakan untuk menstabilkan harga saat terjadi potensi kenaikan saat Lebaran mendatang.
"Terdapat kelebihan yang selanjutnya di simpan Pertamina sebagai dana bantalan. Sehingga jika harga minyak naik harga BBM tidak perlu naik," kata dia.
Meski begitu, Sudirman tidak menjelaskan berapa kelebihan dana yang di kantongi Pertamina dari penjualan BBM. "Pertamina dipastikan akan simpan dana itu. Dan pasti kelebihan dana akan di audit BPK," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan penurunan harga premium dan solar masing-masing Rp500 per liter. Keputusan penurunan harga BBM diambil dalam ratas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, kemarin.
Berikut harga baru BBM yang berlaku mulai 1 April 2016 mulai pukul 00.00 WIB:
Harga BBM wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali):
- Premium Rp7.050 jadi Rp6.550 per liter
- Solar Rp5.750 menjadi Rp5.250 per liter
Harga BBM nonJamali:
- Premium Rp6.950 menjadi Rp6.450 per liter
- Solar Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter
Sementara, harga harga minyak tanah (kerosen) masih tetap Rp2.500 per liter.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)
"Kalkulasi kita harga BBM tidak naik sampai September bahkan hingga akhir tahun. Meskipun 1 Juni kita akan ada harga BBM baru, keputusan tetap dikeluarkan akan sama harganya," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di sela menghadiri Rapat Koordinasi Kehumasan Lintas Kementerian, di Hotel Santika, Surabaya, Kamis (31/3/2016).
Menurutnya, jaminan tidak ada kenaikan harga BBM Lebaran hingga akhir tahun mendatang karena Pertamina masih mendapat surplus dari penurunan harga BBM. Profit dari penjualan BBM yang diperoleh Pertamina akan digunakan untuk menstabilkan harga saat terjadi potensi kenaikan saat Lebaran mendatang.
"Terdapat kelebihan yang selanjutnya di simpan Pertamina sebagai dana bantalan. Sehingga jika harga minyak naik harga BBM tidak perlu naik," kata dia.
Meski begitu, Sudirman tidak menjelaskan berapa kelebihan dana yang di kantongi Pertamina dari penjualan BBM. "Pertamina dipastikan akan simpan dana itu. Dan pasti kelebihan dana akan di audit BPK," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan penurunan harga premium dan solar masing-masing Rp500 per liter. Keputusan penurunan harga BBM diambil dalam ratas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, kemarin.
Berikut harga baru BBM yang berlaku mulai 1 April 2016 mulai pukul 00.00 WIB:
Harga BBM wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali):
- Premium Rp7.050 jadi Rp6.550 per liter
- Solar Rp5.750 menjadi Rp5.250 per liter
Harga BBM nonJamali:
- Premium Rp6.950 menjadi Rp6.450 per liter
- Solar Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter
Sementara, harga harga minyak tanah (kerosen) masih tetap Rp2.500 per liter.
(izz)
Lihat Juga :