Wall Street Loyo Tertekan Sektor Komoditas dan Industri

Selasa, 05 April 2016 - 07:42 WIB
Wall Street Loyo Tertekan...
Wall Street Loyo Tertekan Sektor Komoditas dan Industri
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah, kembali menarik dari posisi reli baru-baru ini di posisi tertinggi tahun ini. Penurunan sektor saham komoditas dan industri mengimbangi kenaikan sektor keuangan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/4/2016), Indeks Dow Jones industrial average ditutup turun 55,75 poin atau 0,31% ke level 17.737, Indeks S&P 500 turun 6,65 poin atau 0,32% ke level 2.066,13 dan Nasdaq Composite juga berkurang 22,75 poin atau 0,46% ke level 4.l891,80.

Sektor material di Indeks S&P turun 1% setelah harga tembaga menyentuh posisi terendah dalam satu bulan, sementara saham energi tergelincir dengan harga minyak.

Investor juga yang menguatkan untuk musim laba kuartal pertama yang lemah, dengan penghasilan perusahaan pada Indeks S&P 500 diproyeksikan jatuh 7,1% dari kuartal pertama tahun lalu.

Saham sebagian besar telah mengalami kenaikan sejak pertengahan Februari, pulih dari kerugian yang mendalam berkat stabilnya harga minyak dan mengurangi kekhawatiran tentang ekonomi China.

Saham Allergan Plc (AGN.N) ditutup turun 19,3% menjadi USD224 menyusul berita dari langkah-langkah baru Departemen Keuangan AS untuk mengekang penawaran inversi pajak.

Perusahaan yang berbasis di Dublin Allergan setuju untuk dibeli oleh Pfizer Inc (PFE.N) dalam kesepakatan inversi terbesar yang pernah ada. Saham Pfizer naik 2,5% menjadi USD31,50. Selama sesi reguler, saham General Electric (GE.N) turun 2,2% ke level USD31,23, memimpin penurunan 1% dalam indeks industrials.

Sementara, saham Edwards Lifesciences (EW.N) melonjak 16,9% menjadi USD105,08 setelah sebuah penelitian menunjukkan hati-katup implan lebih unggul untuk membuka operasi, mendorong broker menaikkan peringkat mereka terhadap saham.

Investor juga menunggu berita segar pada prospek suku bunga berikut mendorong data pekan lalu dan langkah hati-hati Ketua Federal Reserve Janet Yellen terkait suku bunga. Sementara proyeksi Fed menunjuk dua kenaikan suku bunga tahun ini, trader mengharapkan hanya satu, sesuai dengan program FedWatch CME Group.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
30 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved