Tanggapan Apindo Soal 2.961 Orang RI Masuk List Panama Papers

Selasa, 05 April 2016 - 15:14 WIB
Tanggapan Apindo Soal...
Tanggapan Apindo Soal 2.961 Orang RI Masuk List Panama Papers
A A A
JAKARTA - Firma hukum Mossack Fonseca yang bermarkas di Panama baru-baru ini menggegerkan dunia lantaran tersiarnya data nama-nama orang yang terlibat dalam skandal yang disebut dengan "The Panama Papers". Bahkan, skandal tersebut juga menyeret sekitar 2.961 orang Indonesia yang terkenal dan familiar di Tanah Air.

(Baca: Cara Ditjen Pajak Gali WP RI yang Masuk Panama Papers)

Panama Papers merupakan dokumen rahasia yang memuat daftar klien besar di dunia, yang diduga menginginkan uang mereka tersembunyi dari endusan pajak di negaranya. Di dalam 11 juta halaman dokumen tersebut, terdapat nama politisi, bintang olahraga, politisi‎, dan selebriti yang menyimpan uang mereka di perusahaan-perusahaan di luar negeri untuk menghindari pajak.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai, orang-orang yang menyimpan uangnya di perusahaan luar negeri tersebut belum tentu memiliki niat tidak baik. Apalagi, saat ini dunia sudah masuk dalam era perdagangan bebas yang memungkinkan mereka untuk berbisnis ataupun menyimpan uangnya di luar negeri.

"Ini kan masing-masing pribadi, belum tentu juga yang melakukan hal itu digunakan untuk hal yang tidak baik. Ini kan memang era sekat antar bangsa enggak ada lagi," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya, kasus tersebut harus didalami secara jeli lantaran belum tentu uang yang mereka simpan di luar negeri tersebut berkaitan dengan aktivitas pajak di dalam negeri. ‎Misalnya, perusahaan tersebut merupakan perusahaan multinasional, sehingga memiliki dana dimana-mana.

"‎Seperti halnya Korea di investasi di mana-mana, kalau perusahaan kita multinasional juga kita punya dana di mana-mana. Menurut saya isunya harus dilihat lagi," imbuh dia. (Baca: Bocoran Panama Paper, Menkeu Sebut Punya Data Intelijen Sendiri)

Hariyadi menambahkan, setidaknya terdapat beberapa alasan orang menyimpan dananya di luar negeri. Misalnya, alasan keamanaan ataupun perencanaan keuangan keluarga. "Mungkin alasannya lebih ke security, portfolio keluarga," tuturnya.

Selain itu, alasan lain banyak orang menyimpan dananya di luar negeri karena masalah korporasi yang memiliki kegiatan di luar negeri. Untuk memudahkan transfer dana yang berkaitan dengan korporasinya, menempatkan dana di luar negeri menjadi salah satu tujuan.

"‎Ada juga tujuannya mungkin agar enggak terdekteksi, memang untuk menaruh dana tersebut agar tidak terlacak otoritas pajak. Kita harus lihat motifnya, tapi itu perlu diinvestigasi. Kalau untuk memastikan dana itu kembali ke dalam begeri kan ada tax amnesty. Itu kan menarik minat uang ke dalam negeri," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fantastis! Gara-gara...
Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
15 Negara Surga Pajak...
15 Negara Surga Pajak Teratas di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Anggota DPR Ini Beberkan...
Anggota DPR Ini Beberkan Modus Perusahaan Hindari Pajak
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Oknum Pegawai TKS Samsat...
Oknum Pegawai TKS Samsat Diduga Tilep Ratusan Juta Uang Pajak
Penggelapan Uang Pajak...
Penggelapan Uang Pajak di Samsat, Kantor Bapenda Banten Digeledah Kejati
Berita Terkini
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
17 menit yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
2 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
3 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
3 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
9 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
9 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved