Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Ekonomi Global
Jum'at, 08 April 2016 - 08:11 WIB
Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Ekonomi Global
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup turun terpengaruh anjloknya harga minyak dan adanya kekhawatiran tentang ekonomi global kembali muncul. Kondisi ini bahkan menyeret dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap yen dan menyebabkan investor lari dari aset berisiko.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/4/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 174,09 poin atau 0,98% ke level 17.541,96, Indeks S&P 500 turun 24,75 poin atau 1,2% ke level 2.041,91 dan Nasdaq Composite juga melemah 72,35 poin atau 1,47% ke level 4.848,37.
Indeks S&P 500 membukukan penurunan persentase terbesar harian dalam waktu sekitar enam pekan, sedangkan kekhawatiran pertumbuhan terutama terkait suku bunga keuangan yang sensitif. Sektor ini turun 1,9% dan merupakan penggerak terbesar pada Indeks S&P 500.
"Ada kekhawatiran tentang perlambatan global. Saya pikir apa yang kita lihat adalah pasar percaya bahwa (bank sentral global) kebijakan dan diskusi pada tingkat negatif telah menurun pada saat ini dan menciptakan lebih berbahaya, lebih ketidakpastian dari stabilitas," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut.
Hasil pertemuan Federal Reserve menunjukkan adanya kekhawatiran tentang kemampuan terbatas bank sentral AS untuk mengatasi perlambatan ekonomi global. Risalah dari pertemuan kebijakan pada Maret, Bank Sentral Eropa pada Kamis menunjukkan bahwa gubernur dari seluruh zona euro telah diberitahu prospek ekonomi global telah memburuk.
Harga minyak mentah yang lebih rendah setelah data menunjukkan persediaan mingguan yang lebih tinggi membuat sektor energi di Indeks S&P turun 0,6%. Selai itu, ditambah dengan investor yang hati-hati terkait dengan laba kuartal pertama.
Saham Verizon Communications Inc saham (VZ.N) turun 2,8% pada menjadi USD52 setelah Bloomberg melaporkan Verizon berencana untuk membuat tawaran putaran pertama untuk Yahoo Inc (YHOO.O) pekan depan. Saham Yahoo turun 1,3% ke level USD36,17.
Volume adalah sedikit di atas rata-rata jangka pendek. Sekitar 7,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,1 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/4/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 174,09 poin atau 0,98% ke level 17.541,96, Indeks S&P 500 turun 24,75 poin atau 1,2% ke level 2.041,91 dan Nasdaq Composite juga melemah 72,35 poin atau 1,47% ke level 4.848,37.
Indeks S&P 500 membukukan penurunan persentase terbesar harian dalam waktu sekitar enam pekan, sedangkan kekhawatiran pertumbuhan terutama terkait suku bunga keuangan yang sensitif. Sektor ini turun 1,9% dan merupakan penggerak terbesar pada Indeks S&P 500.
"Ada kekhawatiran tentang perlambatan global. Saya pikir apa yang kita lihat adalah pasar percaya bahwa (bank sentral global) kebijakan dan diskusi pada tingkat negatif telah menurun pada saat ini dan menciptakan lebih berbahaya, lebih ketidakpastian dari stabilitas," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut.
Hasil pertemuan Federal Reserve menunjukkan adanya kekhawatiran tentang kemampuan terbatas bank sentral AS untuk mengatasi perlambatan ekonomi global. Risalah dari pertemuan kebijakan pada Maret, Bank Sentral Eropa pada Kamis menunjukkan bahwa gubernur dari seluruh zona euro telah diberitahu prospek ekonomi global telah memburuk.
Harga minyak mentah yang lebih rendah setelah data menunjukkan persediaan mingguan yang lebih tinggi membuat sektor energi di Indeks S&P turun 0,6%. Selai itu, ditambah dengan investor yang hati-hati terkait dengan laba kuartal pertama.
Saham Verizon Communications Inc saham (VZ.N) turun 2,8% pada menjadi USD52 setelah Bloomberg melaporkan Verizon berencana untuk membuat tawaran putaran pertama untuk Yahoo Inc (YHOO.O) pekan depan. Saham Yahoo turun 1,3% ke level USD36,17.
Volume adalah sedikit di atas rata-rata jangka pendek. Sekitar 7,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,1 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
(izz)
Lihat Juga :