Menkeu Akui 79% Nama Pengusaha di Panama Papers Cocok

Selasa, 12 April 2016 - 06:01 WIB
Menkeu Akui 79% Nama...
Menkeu Akui 79% Nama Pengusaha di Panama Papers Cocok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengakui sebanyak 79% nama-nama pengusaha dari Indonesia yang ada dalam data Panama Papers cocok dengan data yang dimiliki pemerintah Indonesia. Meski demikian, Menkeu menyatakan, data dalam Panama Papers hanya sebagai referensi.

"Kami sudah melakukan pencocokan data Panama Papers. Nama di Panama Papers dengan nama di rekening yang diyakini memiliki uang di luar negeri, kami meyakini kecocokannya 79%," ujar Bambang di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Atas kenyataan tersebut, pemerintah akan melakukan penegakkan hukum sesuai dengan program Dirjen Pajak Kemenkeu untuk mengejar pajak dari uang yang dilarikan ke luar negeri. Sasarannya, kata Bambang, pemerintah mengejar agar pengusaha dan perusahaan yang memiliki dana di luar negeri untuk melaporkan aset mereka.

(Baca: Rilis Jokowi Papers Ditunggu)

"Karena paling tidak, meskipun uangnya itu juga sebagian uang yang dari bayar pajak, tapi yang kita kejar adalah kenapa aset tersebut tidak dilaporkan. Ini yang akan jadi sasaran kita," tuturnya.

Soal jumlah, lanjut Bambang, pihaknya tak ingin menyebut secara detail. Namun yang pasti, jumlah orang-orang RI yang memiliki rekening di luar negeri lebih dari jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini.

"Data yang kami miliki saat ini belum lengkap, itu sudah lebih besar dari PDB. Tapi saya tidak bicara jumlahnya sekarang. Yang pasti lebih besar dari PDB. PDB kita 2015 itu Rp1.400 triliun," imbuhnya.

(Baca: Respons Jokowi Soal Skandal Panama Papers)

Pemerintah saat ini tengah mengupayakan agar memiliki data-data dari negara bebas pajak (tax havens) agar memiliki keakuratan data dalam menghitung total dana RI di luar negeri.

"Sekarang kan PDB Rp1.400 triliun, kalau membayar repatriasi 1%, paling tidak kita dapat Rp114 triliun dari sejumlah data yang belum seluruhnya. Karena itu kita perlu sebanyak-banyaknya," pungkas Bambang.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved