Fitra: Tax Amnesty Bukti Pemerintah Tak Becus Pungut Pajak

Kamis, 14 April 2016 - 13:09 WIB
Fitra: Tax Amnesty Bukti...
Fitra: Tax Amnesty Bukti Pemerintah Tak Becus Pungut Pajak
A A A
JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai rencana pemerintah menggulirkan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) menjadi bukti pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu dalam memungut dan meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia. Pasalnya, kontribusi yang akan dihasilkan dari kebijakan ini hanya sekitar Rp60 triliun hingga Rp80 triliun dari target pajak Rp1.368 triliun.

Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Soecipto mengatakan, jumlah yang akan dikontribusikan dari tax amnesty tidak berpengaruh banyak terhadap target pajak dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016. ‎Kebijakan tersebut hanya akan dimanfaatkan elit tertentu yang selama ini melarikan uangnya ke luar negeri.

"Tax amnesty tidak memberikan kontribusi apapun terhadap penerimaan negara. Cuma Rp60 triliun sampai Rp80 triliun enggak ada pengaruh apapun. Tidak ada piranti, ‎sarana prasarana dukungan dari tax amnesty itu. Itu hanya akan dimanfaatkan elit tertentu," katanya di Seknas Fitra Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Menurutnya, persoalan kecilnya penerimaan p‎ajak nasional tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan tax amnesty tersebut. Seharusnya, pemerintah membangun sistem berkelanjutan agar ruang fiskal tidak selalu sempit tiap tahunnya.

"Seharusnya, ada revisi UU KUP yang jadi bagian cukup strategis dalam reformasi perpajakan. Tapi ternyata tidak dilakukan. ‎Ada banyak yang tidak disentuh pemerintah. Kalau pemerintah (eksekutif dan legislatif) prefer ke tax amnesty, ini menunjukkan negara tidak becus dalam memungut pajak. Kalau begini caranya, Jokowi juga tidak cukup konsisten dalam nawacitanya‎," tegas dia.

Sementara, Peneliti Fitra Gulfino Che Guevaratto mengatakan, tax amnesty hanya menjadi jalan pintas agar ketidakmampuan raihan pajak tersebut diisi oleh pemasukan dana yang direpatriasi dari luar negeri. Menurutnya, dengan menggulirkan kebijakan tax amnesty, pemerintah hanya memikirkan pembangunan pajak dalam jangka pendek.

"Pemerintah juga ingin menunjukkan, para pengemplang pajak dan WNI yang simpan uang di luar negeri, itu bagian dari pahlawan negara dan bentuk nasionalisme. Ini logika apa. Ketika mereka mencari uang di Indonesia, dan membawa uang mereka ke luar negeri itu tidak masuk akal," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah mencoba memaksakan tax amnesty dan menganggap hal tersebut menjadi solusi penerimaan pajak padahal, infrastruktur di Indonesia belum siap. Karena itu, dia berpandangan bahwa pemerintah seharusnya membangun sistem hukum perpajakan terlebih dahulu sebelum menggulirkan tax amnesty.

"‎Jadi, harus reformasi perpajakan. Membangun sistem pajak yang menciptakan fondasi kuat. Karena jika kita lihat terkait modus pengelakan pajak (tax avoidance, tax evasion, tax planning) itu belum diatur sistem hukum pajak di Indonesia," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
10 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
10 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
11 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
11 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
12 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved