BKPM Berharap Investasi Langsung dari Eropa Meningkat
Jum'at, 15 April 2016 - 18:32 WIB
BKPM Berharap Investasi Langsung dari Eropa Meningkat
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani diagendakan memulai kunjungannya ke empat negara di Eropa hari ini. Kunjungan tersebut bagian dari rangkaian kunjungan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama menteri-menteri kabinet kerja lainnya.
Momentum kunjungan Presiden tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong investasi langsung (foreign direct investment/FDI) dari Eropa dapat meningkat. Franky menyampaikan bahwa potensi investasi dari negara-negara Eropa cukup besar, namun belum optimal.
"Realisasi investasi Eropa periode 2010-2015 sebsar Rp149,8 triliun. Dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi, kami berharap angka realisasi investasi dari Eropa dapat ditingkatkan," ujar dia dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (15/4/2016).
Menurutnya, Presiden RI diagendakan mengunjungi empat negara di Eropa di antaranya Belanda, Inggris, Jerman dan Belgia. Dalam setiap negara yang dikunjungi, Presiden bersama para menteri Kabinet Kerja akan menghadiri kegiatan Business Forum dengan partisipan 200-250 orang. Dari empat negara tersebut, Indonesia berhasil meraup Rp106,8 triliun dalam periode 2010-2015.
"Apabila Eropa dihitung masuk peringkat tiga, maka rinciannya realisasi investasi dari Belanda tercatat sebesar Rp70 triliun atau berada di peringkat 7, Inggris sebesar Rp31 triliun berada di peringkat 10, Jerman Rp5,2 triliun di peringkat 17 dan Belgia sebesar Rp1,6 triliun di peringkat 27," paparnya.
Untuk periode enam tahun dengan nilai Rp106,8 triliun dari empat negara Eropa tersebut dinilai belum optimal. Apalagi dibanding investasi yang dilakukan empat negara tersebut ke dunia. Franky mencontohkan dari data FDI Times periode 2010-2015 porsi investasi salah satu negara yang dikunjungi yakni Jerman, masuk ke Indonesia kurang dari 1%.
"Dari jumlah outward investment Jerman tercatat sebesar USD303 miliar, investasi yang masuk ke Indonesia sebesar USD2,06 miliar. Indonesia berada di peringkat 29 negara tujuan investasi Jerman," tutur dia.
Jerman sebagai salah satu negara prioritas pemasaran akan menjadi salah satu negara yang dikunjungi Presiden Jokowi dalam lawatannya ke Eropa pekan depan. Dari sisi investasi, BKPM fokus membidik enam sektor pemasaran investasi dari Jerman yakni industri automotif dan komponennya, sektor energi dan energi terbarukan, industri kimia, industri logistik dan transportasi serta industri logam.
Kunjungan Presiden ke empat negara di Eropa diharapkan berhasil menjaring business deals dengan perusahaan-perusahaan yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Ada beberapa potensial yang diharapkan dapat difinalisasi dan diyakinkan dengan kedatangan Bapak Presiden," ujarnya.
Komitmen investasi dari negara-negara Eropa pada Januari 2016 mencapai Rp6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp670 miliar. Kenaikan ini melanjutkan tren positif 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang 2015 meningkat 16% menjadi Rp37,3 triliun dibanding 2014 sebesar Rp32,2 triliun.
Momentum kunjungan Presiden tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong investasi langsung (foreign direct investment/FDI) dari Eropa dapat meningkat. Franky menyampaikan bahwa potensi investasi dari negara-negara Eropa cukup besar, namun belum optimal.
"Realisasi investasi Eropa periode 2010-2015 sebsar Rp149,8 triliun. Dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi, kami berharap angka realisasi investasi dari Eropa dapat ditingkatkan," ujar dia dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (15/4/2016).
Menurutnya, Presiden RI diagendakan mengunjungi empat negara di Eropa di antaranya Belanda, Inggris, Jerman dan Belgia. Dalam setiap negara yang dikunjungi, Presiden bersama para menteri Kabinet Kerja akan menghadiri kegiatan Business Forum dengan partisipan 200-250 orang. Dari empat negara tersebut, Indonesia berhasil meraup Rp106,8 triliun dalam periode 2010-2015.
"Apabila Eropa dihitung masuk peringkat tiga, maka rinciannya realisasi investasi dari Belanda tercatat sebesar Rp70 triliun atau berada di peringkat 7, Inggris sebesar Rp31 triliun berada di peringkat 10, Jerman Rp5,2 triliun di peringkat 17 dan Belgia sebesar Rp1,6 triliun di peringkat 27," paparnya.
Untuk periode enam tahun dengan nilai Rp106,8 triliun dari empat negara Eropa tersebut dinilai belum optimal. Apalagi dibanding investasi yang dilakukan empat negara tersebut ke dunia. Franky mencontohkan dari data FDI Times periode 2010-2015 porsi investasi salah satu negara yang dikunjungi yakni Jerman, masuk ke Indonesia kurang dari 1%.
"Dari jumlah outward investment Jerman tercatat sebesar USD303 miliar, investasi yang masuk ke Indonesia sebesar USD2,06 miliar. Indonesia berada di peringkat 29 negara tujuan investasi Jerman," tutur dia.
Jerman sebagai salah satu negara prioritas pemasaran akan menjadi salah satu negara yang dikunjungi Presiden Jokowi dalam lawatannya ke Eropa pekan depan. Dari sisi investasi, BKPM fokus membidik enam sektor pemasaran investasi dari Jerman yakni industri automotif dan komponennya, sektor energi dan energi terbarukan, industri kimia, industri logistik dan transportasi serta industri logam.
Kunjungan Presiden ke empat negara di Eropa diharapkan berhasil menjaring business deals dengan perusahaan-perusahaan yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Ada beberapa potensial yang diharapkan dapat difinalisasi dan diyakinkan dengan kedatangan Bapak Presiden," ujarnya.
Komitmen investasi dari negara-negara Eropa pada Januari 2016 mencapai Rp6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp670 miliar. Kenaikan ini melanjutkan tren positif 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang 2015 meningkat 16% menjadi Rp37,3 triliun dibanding 2014 sebesar Rp32,2 triliun.
(izz)
Lihat Juga :