Wall Street Melemah Terbebani Penurunan Harga Minyak

Sabtu, 16 April 2016 - 09:21 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Terbebani Penurunan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin merosot, karena penurunan harga minyak membebani saham energi dan Apple yang menyeret pasar. Namun, indeks utama masih membukukan keuntungan selama sepekan.

Seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/4/2016), Indeks Dow Jones industrial average turun 28,97 poin atau 0,16% ke level 17.897,46, Indeks S&P 500 kehilangan 2,05 poin atau 0,1% ke level 2.080,73 dan Indeks Nasdaq Composite turun 7,67 poin atau 0,16% ke level 4.938,22.

Sektor energi berkinerja terburuk yang turun 1,3%. Harga minyak turun karena para pedagang dan analis mengantisipasi pertemuan akhir pekan oleh para eksportir minyak utama untuk menghapus kelebihan pasokan minyak global.

Saham Apple (AAPL.O) turun 2% dan menjadi hambatan terbesar pada Indeks S&P 500 dan Nasdaq. Harian bisnis Nikkei melaporkan bahwa perusahaan akan melanjutkan produksi berkurang dari iPhone di tengah lesunya penjualan.

Saham Citigroup (C.N) ditutup turun 0,1% setelah perusahaan melaporkan penurunan tajam pada laba kuartalan. Sektor keuangan menjadi sektor berkinerja terburuk tahun ini yang turun 0,3% dan menurun beruntun dalam lima sesi.

Enam dari 10 sektor S&P berakhir di wilayah positif, membantu membatasi penurunan secara keseluruhan, dipimpin oleh kenaikan utilitas sebesar 0,7% dan menjadi sektor berkinerja terbaik sejauh 2016.

Pada awal tahun ini Wall Street berjalan kurang baik di tengah kekhawatiran atas perekonomian global, diikuti oleh rebound tajam yang dimulai pada pertengahan Februari. Saham telah mantap pada April dan S&P 500 sekarang positif.

Investor telah mengalihkan perhatian mereka ke musim laba, yang akan mengintensifkan pekan depan, sebagai faktor utama berikutnya yang memengaruhi pasar. Keuntunhan kuartal pertama pada S&P 500 jatuh 7,8%, menurut Thomson Reuters.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
14 menit yang lalu
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
2 jam yang lalu
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
2 jam yang lalu
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
2 jam yang lalu
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved