Kemendag Genjot Peningkatan Surplus Perdagangan RI-AS

Minggu, 17 April 2016 - 11:34 WIB
Kemendag Genjot Peningkatan...
Kemendag Genjot Peningkatan Surplus Perdagangan RI-AS
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iman Pambagyo menerangkan akan terus meningkatkan kinerja ekspor nasional terus diupayakan salah satunya dengan terus menggenjot kinerja ekspor ke negara-negara tradisional khususnya ke Amerika Serikat (AS).

Hal ini disampaikan saat mengikuti Indonesia-US Trade and Investment Framework Arrangement Trade and Investment Council (TIFA-TIC) di Yogyakarta. Menurutnya pertemuan TIFA-TIC tahun ini harus diarahkan untuk menaikkan surplus perdagangan Indonesia dengan menciptakan atmosfer positif kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

"Pemerintah ingin menciptakan atmosfer positif untuk menaikkan lebih besar lagi surplus neraca perdagangan dengan AS. Pada 2015, Indonesia surplus USD8,65 miliar," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (17/4/2016).

Dia menerangkan total perdagangan Indonesia dengan AS selama 5 tahun (periode 2011-2015) menunjukkan tren penurunan sebesar 0,33%. Pada 2015, total perdagangan Indonesia-AS sebesar USD 23,83 miliar, menurun 3,51% dari tahun 2014 yang sebesar USD 24,76 miliar.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke AS pada 2015 tercatat sebesar USD 16,24 miliar dengan nilai impor pada periode yang sama sebesar USD 7,59 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus USD 8,65 miliar pada 2015. "Sedangkan, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS periode Januari 2016 telah mencapai surplus USD 773,82 juta," tandasnya.

Berbeda dengan sebelumnya, pertemuan TIFA-TIC kali ini diakui sengaja disuguhkan atmosfer yang lebih bersahabat. Bersama Iman, Assistant United States Representative for Southeast Asea and the Pacific Barbara Weisel juga memimpin pertemuan yang merupakan tindak lanjut pertemuan TIFA-TIC sebelumnya pada September 2015 di Washington D.C., Amerika Serikat.

Beberapa isu yang dibahas pada pertemuan tersebut antara lain program Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, Intellectual Property Right, Localization Requirement for High Tech Products, dan pertukaran informasi atas model Bilateral Investment Agreement (BIT), Trade Facilitation Agreement (TFA) Indonesia, Lacey Act (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), perkembangan Trans-Pacific Partnership (TPP), serta proposal Indonesia terkait Palm Oil Joint Study.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sertifikasi Bikin Seret...
Sertifikasi Bikin Seret Ekspor, Kemendag Lakukan Lobi-lobi
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Kemendag Sayangkan Ekspor...
Kemendag Sayangkan Ekspor Indonesia ke Finlandia yang Cenderung Menurun
Dorong Ekspor Nasional,...
Dorong Ekspor Nasional, LPEI Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Perdagangan
Pacu Perdagangan, Pengusaha...
Pacu Perdagangan, Pengusaha Indonesia-Arab Teken Kerja Sama
Bank Jatim dan Kemendag...
Bank Jatim dan Kemendag Kerja Sama Peningkatan Ekspor
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
1 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
1 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
1 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
2 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
2 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved