40 Negara Gagal Terapkan Tax Amnesty, RI Diminta Belajar

Rabu, 20 April 2016 - 15:01 WIB
40 Negara Gagal Terapkan...
40 Negara Gagal Terapkan Tax Amnesty, RI Diminta Belajar
A A A
JAKARTA - Pengamat Perpajakan, Yustinus Prastowo mengingatkan Indonesia harus belajar dari 40 negara yang gagal dalam menerapkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Meskipun International Monetary Fund (IMF) sempat menggaungkan bahwa kesuksesan tax amnesty seperti anomali. Lantaran jika berhasil menandakan tidak normal dan jika gagal berarti normal.

"Tahun 2008, IMF sempat mengatakan hal itu. Mungkin mereka melihat dari 40 negara yang sempat melakukan tax amnesty, tapi rata-rata gagal. Dan yang menerapkan itu adalah negara-negara yang sarat akan mafia," jelas dia di gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

(Baca Juga: Temui Jokowi, DPR Sepakat Percepat Pembahasan Tax Amnesty)

Karena itu menurutnya supaya kebijakan tax amnesty berhasil, maka pemerntah harus mempersiapkan semuanya dengan baik dan mencontohkan seperti Afrika Selatan (Afsel). Negara yang pernah dipimpin oleh Nelson Mandela perioden 1994-1999 itu sempat gagal menjalankan tax amnesty, meski akhirnya berhasil yang didahului dengan rekonsiliasi politik.

"Nelson Mandela waktu itu memberikan garansi akan membuat revenue tax reform. Dia memberikan jaminan. Ini mungkin harus ditegaskan ke Presiden Jokowi. Kalau masa jabatannya Pak Jokowi ini nanti ganti, ada tidak jaminan?" katanya.

(Baca Juga: RI Diminta Belajar dari Kegagalan Tax Amnesty di Filipina)

Selain Afsel, lanjut dia menurutnya Indonesia bisa menggunakan tarif untuk tax amnesty sebesar 5% dan didahului dengan kebijakan intelejen ekonomi. "Sekarang Italia sedang dalam voluntery disclosure sebelum mereka lakukan tax amnesty lagi. Maka Indonesia mungkin harus punya jaminan yang kuat, agar tax amnesty berjalan baik," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
25 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
50 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
52 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved