Saham Apple Anjlok Bikin Wall Street Berakhir Variatif

Kamis, 28 April 2016 - 07:51 WIB
Saham Apple Anjlok Bikin...
Saham Apple Anjlok Bikin Wall Street Berakhir Variatif
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street berakhir variatif setelah adanya kekhawatiran mereda bahwa Federal Reserve memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga pada Juni, dan penurunan pada saham Apple membebani indeks Nasdaq.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/4/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 51,23 poin atau 0,28% ke level 18.041,55, Indeks S&P 500 naik 3,45 poin atau 0,16% ke level 2.095,15. Namun Indeks Nasdaq Composite turun 25,14 poin atau 0,51% ke level 4.863,14.

Sektor saham telekomunikasi dan utilitas sebagai proxy untuk pengembalian pendapatan tetap ketika hasil Treasury diperkirakan akan tetap rendah, meningkat tajam setelah pengumuman The Fed. "Takeaway besar di sini adalah mereka (The Fed) terus menjadi positif pada perekonomian domestik. Mereka telah mengambil beberapa risiko pada ekonomi global," kata John Bailer, manajer portofolio senior di The Boston Perusahaan Asset Management.

"Hal ini sedikit hawkish dalam pikiran saya, tetapi tidak cukup untuk mendapatkan pasar khawatir tentang hal itu," imbuhnya.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters mengharapkan dua tingkat kenaikan tahun ini namun harga futures menunjukkan pedagang tidak mengharapkan kenaikan sampai setidaknya September.

The Fed selanjutnya akan bertemu pada 14-15 Juni. Sementara pasar tenaga kerja terus mendapatkan kekuatan, inflasi masih di bawah target 2% dan data ekonomi bervariasi untuk kenaikan suku bunga di masa depan.

Sektor teknologi tetap menjadi beban cukup berat di pasar setelah saham Apple merosot lebih dari 6% menyusul penurunan pendapatan pertama dalam lebih dari satu dekade.

Selama sesi reguler, saham Exxon Mobil mencapai tingkat tertinggi sejak Mei 2015 setelah perusahaan energi menaikkan dividen kuartalan menjadi 75 sen dari sebelumnya 73 sen. Kenaikan dividen datang sehari setelah peringkat kredit Standard & Poor memotong Exxon dan sahamnya ditutup naik 0,9% menjadi USD88,46.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
9 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
9 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
9 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
9 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved