IATA Terbitkan Rights Issue Cari Rp81 Miliar

Kamis, 28 April 2016 - 19:28 WIB
IATA Terbitkan Rights...
IATA Terbitkan Rights Issue Cari Rp81 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Transport and Infrastructure Tbk., (IATA) berencana mengembangkan sektor infrastruktur untuk pelabuhan batu bara dan penerbangan. Perseroan menargetkan mendapatkan tambahan dana dengan menerbitkan saham baru (HMETD) sebesar 10% atau meraih dana segar sebanyak Rp81 miliar. Perseroan menargetkan menjalankan bisnis infrastruktur dan transportasi secara terintegrasi.

Wakil Presiden Direktur IATA, Wishnu Handoyono mengatakan, pendanaan tersebut untuk mengembangkan bisnis pelabuhan batu bara, bandara, penerbangan, serta sektor bisnis lainnya. Pihaknya menargetkan total belanja modal tahun ini mencapai Rp100 miliar. Namun, total belanja modal ini masih bergantung pada besaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) ataupun pinjaman pihak ketiga.

“Kami akan lakukan rights issue sebesar 10% atau Rp80 miliar. Kalau kami lihat aset perseroan yang mencapai USD108 juta dolar dengan ekuitas USD58 juta. Masih ada ruang berutang mencapai USD19 juta atau Rp225 miliar. Kami masih bisa mengembangkan usaha strategis utama dan dapat dana dari pihak ketiga,” ujar Wishnu usai RUPST dan RUPSLB perseroan di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Dia melanjutkan target capex Rp100 miliar masih belum ditentukan penggunaannya. Nantinya penggunaan dana right issue itu akan dilakukan RUPS ulang. Kemungkinan aksi korporasi tersebut akan dilakukan di semester dua tahun ini. Ekspansi untuk pelabuhan pertambangan dikembangkan di Kalimantan Timur. Pihaknya siap menggandeng perusahaan tambang di radius hingga 50 km seputar pelabuhan.

“Pelabuhan punya batasan lokasi 40-50 km yang efisien kalkulasi bisnisnya. Lokasi pertambangan dengan radius 50 km merupakan potensi diajak bermitra. Mereka yang didekati merupakan murni perusahaan swasta,” ujarnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)ini, disepakati perombakan jajaran komisaris dan direksi. Di antaranya adalah perubahan posisi Henry Suparman dari komisaris menjadi Presiden Direktur.

(Baca: IATA Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris)

Selain itu, dalam RUPST kali ini, Presiden Direktur IATA Henry Suparman mengungkapkan bahwa perusahaan telah memutuskan untuk tidak melakukan pembagian dividen. "Kami menyetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015. Kami masih mengalami kerugian kurs di tahun lalu karena utang luar negeri dalam USD. Tahun ini diharapkan rupiah stabil dan antisipasinya pendapatan seluruhnya dalam USD," kata Henry dalam kesempatan yang sama.

Adapun susunan dewan komisaris dan direksi perseroan yang baru adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Sebelumnya

Presiden Komisaris: Hary Tanoesoedibjo
Komisaris: Henry Suparman
Komisaris Independen: Christophorus Taufik

Dewan Komisaris Baru

Presiden Komisaris: Syafril Nasution
Komisaris: Andre Frelly Ering
Komisaris Independen: Christophorus Taufik

Direksi Sebelumnya

Presiden Direktur: Syafril Nasution
Wakil Presiden Direktur: A Wishnu Handoyono
Direktur Independen: Andre Frelli Ering

Direksi Baru

Presiden Direktur: Henry Suparman
Wakil Presiden Direktur: A Wishnu Handoyono
Direktur Independen: Haebby Wildy Manua
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Usaha IATA Peroleh...
Anak Usaha IATA Peroleh Sertifikat Operator Pesawat Udara
IATA Pastikan Operasional...
IATA Pastikan Operasional Tetap Berjalan di Masa Pandemi Covid-19
IATA Akan Peroleh Suntikan...
IATA Akan Peroleh Suntikan Aset Senilai USD181,9 Juta
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Memerah, MNC Energy (IATA) Pimpin Top Gainers
IATA Masuk Bisnis Energi,...
IATA Masuk Bisnis Energi, Rencanakan Akuisisi Perusahaan Tambang Batu Bara
Melesat 34 Persen, IATA...
Melesat 34 Persen, IATA Pimpin Top Gainers Hari Ini
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
44 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
53 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved