BOPO dan NIM Turun, Bunga Bank Diharapkan Single Digit

Jum'at, 29 April 2016 - 18:31 WIB
BOPO dan NIM Turun,...
BOPO dan NIM Turun, Bunga Bank Diharapkan Single Digit
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, penurunan Biaya Operasional terhadap Pembiayaan Operasional (BOPO) dan Nett Interest Margin (NIM) diharapkan mampu mendorong bunga perbankan single digit, baik bunga deposito maupun kredit.

Namun demikian, OJK masih melihat terlebih dahulu dan terus memonitor secara dekat implementasinya terhadap perbankan. "Kita lihat dulu saja. Mudah-mudahan insentif ini bisa mendorong ke arah itu, kita akan terus monitor secara dekat implementasinya. Tanpa atau dengan aturan insentif itu, memang keperluan meningkatkan efisiensi adalah suatu keharusan," katanya di Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Hal ini juga disetujui Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang mendorong suku bunga kredit dan deposito untuk perbankan mencapai single digit.

"Tadi pak Wapres juga mengatakan begitu, sebab tanpa itu saya kira daya saing akan kurang. Jadi saya pikir mudah-mudahan di samping keharusan, insentif ini akan semakin mempercepat daya saing. Jadi, bukan karena disuruh-suruh, ini keharusan untuk meningkatkan efisiensi," katanya.

Adapun kriteria bank yang mampu melakukan efisiensi sebagai berikut:

1. Batasan rasio BOPO yang memperoleh insentif, pertama bank BUKU 3 dan BUKU 4 adalah bank yang memiliki rasio BOPO lebih rendah dari 75%. Kedua, bank BUKU 1 dan BUKU 2 adalah bank yang memiliki rasio BOPO lebih rendah dari 85%.

2. Batasan rasio NIM lebih rendah dari 4,5% yang berlaku bagi semua BUKU.

3. Semakin rendah rasio BOPO atau semakin rendah rasio NIM, maka semakin besar insentif penurunan perhitungan alokasi modal inti untuk membuka jaringan kantor yang dapat diperoleh oleh bank tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
6 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
7 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved